Melarat di Pulau Surga

Pasutri 4 Anak Harus Berbagi Nasi Seadanya, Berkali-kali Difoto Belum Dapat Bantuan

Keluarga Tunas tinggal di gubuk berukuran 5x3 meter dengan temboknya pecah. Di gubuk itu hanya terdapat satu kamar.Tanah yang ditempati bukan miliknya

Pasutri 4 Anak Harus Berbagi Nasi Seadanya, Berkali-kali Difoto Belum Dapat Bantuan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Komang Gede Tunas bersama keluarganya di dalam gubuk berukuran 5x3 meter di Dusun Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem, Senin (11/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Di tengah tebing curam, tepatnya di Dusun Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sideman, Karangasem, Bali, hidup keluarga yang serba kekurangan.

Adalah pasangan suami istri (pasutri) I Komang Gede Tunas (37) dan Ni Wayan Kedela bersama empat anak.

Keluarga Tunas tinggal di gubuk berukuran 5x3 meter dengan temboknya pecah. Di gubuk itu hanya terdapat satu kamar.

Selain dijadikan tempat tidur juga sebagai dapur.

Bahkan kayu bakar untuk memasak menumpuk di dalam gubuk.

Perabotan masak menghitam tak tertata.

Tanah yang ditempati bukan milik pribadi melainkan milik Kelian Dusun Sanggem, I Made Ardita.

Di dalam gubuk pun asap mengepul ketika mereka masak.

Begitu juga saat musim hujan, air masuk di dalam gubuk.  

Pria yang sehari-hari sebagai buruh mengaku tak mampu memperbaiki gubuknya.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved