Aksi Teroris Guncang Jakarta

Novi Baru Sadar Ada Bom Setelah Terlempar Dua Kali Dan Tangannya Menjadi Merah

Dia melihat, warga negara asing yang ikut melarikan diri dengannya sudah berdarah di seluruh bagian kepalanya.

Novi Baru Sadar Ada Bom Setelah Terlempar Dua Kali Dan Tangannya Menjadi Merah
Kompas TV
Korban Aksi Teror di Jakarta, Andi Dina Noviana 

Di sana, dia baru mendengar kalau ledakan yang membuatnya terlempar dua kali adalah bom.

"Orang bilang, menjauh, menjauh, itu bom. Ya Tuhan, ternyata itu bom. Saya baru sadar semua badan saya berdarah, celana saya juga sobek. Saya dengar ada ledakan lagi," sebut dia. 

Novi mencegat satu orang pria yang ada di sekitar sana.

Pria itu pun membantu Novi dengan mencarikan taksi.

Kebetulan, di dekat sana, sudah ada satu taksi yang sengaja merapat ke samping Gedung Cakrawala.

Sopir taksi itu meminta Novi naik. 

Bersama dengan Novi, pria yang sama yang telah menolong dia juga turut membawa dua perempuan lagi.

Satu dari kedua perempuan itu terluka parah di kepala bagian belakang, satu perempuan lagi disebut hanya luka ringan.

Awalnya, mereka mau dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Namun, karena sudah banyak orang berkerumun di jalan sehingga akses jalan tertutup, sopir taksi membawa mereka ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) YPK Mandiri yang letaknya persis di belakang Sarinah.

Di sana, mereka bertiga dirawat bersama dengan seorang polisi lalu lintas yang mengaku menjadi korban tembak.

Novi dan satu perempuan yang terluka tidak terlalu parah sudah bisa kembali ke rumah pukul 15.00 WIB.

Sedangkan perempuan yang kepalanya terluka parah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (*) 

Editor: Uploader bali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved