Petugas Terkecoh Dengan Granat Nanas Milik Bule Rusia di Potato Head

Tak ingin ada kepanikan pengunjung klub, Andri lalu berusaha tetap tenang dan membawa IIya ke ruangan Chief security Potato Head.

Petugas Terkecoh Dengan Granat Nanas Milik Bule Rusia di Potato Head
Istimewa
Warga Negara Rusia, IIya Esterov (30) ditangkap petugas keamanan di Potato Head Beach Club, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Bali karena kedapatan membawa benda yang dicurigai granat, Jumat (15/1/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seorang Warga Negara Rusia bernama IIya Esterov (30) ditangkap petugas keamanan di Potato Head Beach Club, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Bali karena kedapatan membawa benda yang dicurigai sebagai granat.

Kejadian itu terjadi kemarin, Jumat (15/1/2016) pukul 21.45 Wita.

Saat itu, bule ini baru datang ke Potato Head sembari menenteng tas merk Skull 2, petugas keamanan yang berjaga disana, Andri Herawati lalu memeriksa barang bawaan pria bertubuh six pack ini.

Alangkah terkejutnya Andri ketika mendapati benda mirip granat nanas berada di dalam tas IIya.

Tak ingin ada kepanikan pengunjung klub, Andri lalu berusaha tetap tenang dan membawa IIya ke ruangan Chief security Potato Head, Komang Sumarnaya.

Dari sana, Bule Rusia ini digiring ke Polsek Kuta Utara sekitar pukul 22.30 Wita.

"Dari hasil interogasi kami dengan anggota Brimob, tamu itu mengaku dari Rusia dan tidak membawa dokumen. Hanya membawa SIM Rusia. Setelah itu, kami serahkan ke Polsek Kuta Utara, sekitar pukul 22.30 wita,” ujar Suwarnaya, Sabtu (16/1/2016).

Kapolres Badung, AKBP Tony Binsar membenarkan pihaknya sempat mengamankan warga Rusia bernama Ilyas Eslanov.

Namun saat ini, Ilyas sudah dibebaskan.

Sebab, hasil penyelidikan kepolisian mengungkapkan granat tersebut hanya souvenir atau granat mainan.

Souvenir tersebut dibelinya di sebuah art shop.

“Itu hanya granat mainan yang dibelinya sebuah art shop di Kuta Utara. Ilya mengaku membawa granat mainan tersebut ke Potato Head  lantaran baru beli dan belum semput pulang ke vila-nya,” ujar Tony.

Meski sudah terbukti itu hanya granat mainan, IIya akhirnya meninggalkan baranya itu di Polsek Kuta Utara lantaran takut mendapat masalah lagi jika terus membawa granat mainan tersebut.

“Ilya Esterov menyerahkan granat mainan itu pada petugas karena ia mengaku sudah tidak meginginkan mainan itu, juga karena takut nanti terjadi masalah lain kalau membawa barang itu,” tegas Tony.  (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved