Aksi Teroris Guncang Jakarta

3 Teroris Ngaku Kuli Bangunan ke Bapak Kos

Rumah kos yang ditinggali tiga terduga pelaku teror itu berada di area peemukiman padat penduduk, bertingkat dua, dan bercat hijau.

3 Teroris Ngaku Kuli Bangunan ke Bapak Kos
Tribunnews/Jeprima
Pemulangan jenazah Rico Hermawan (21), salah satu warga sipil korban teror bom Sarinah, Jakarta, dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (16/1/2016) malam. 

Tribun-Bali.COM, Jakarta - Tiga dari empat pelaku teror di kawasan Sarinah Jalan MH Thamrin Jakarta ternyata tinggal bersama di satu kamar kos yang disewa seharga Rp 300 ribu selama dua minggu.

Kepada pemilik kos, mereka mengaku sebagai pekerja bangunan.

(Rakit Bom di Kamar Kos, Warga Kaget Tidak Menyadarinya)

Ketiganya adalah Afif alias Sunakim (25), Dian Juni Kurniadi (25) dan Ahmad Muhazam (25).

Sehari sebelum aksi bom atau pada Rabu malam 13 Januari 2016, ketiganya berada di dalam kamar kos seluas 3x5 meter yang berada di Kampung Sanggrahan, RT 2/RW 3, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Malam itu mereka sempat terlihat sibuk membaca sesuatu di dalam kamar.

Dan ternyata, bom yang digunakan untuk meledakkan StarbuckS Coffee dan Pos Polisi Jalan MH Thamrin dirakit di kamar tersebut.

Adalah Matsani (42), pemilik kos yang mengungkap aktivitas para terduga pelaku. Ketiganya kos di tempat Matsani berkat petunjuk Muhammad Ali (39), juga pelaku teror yang tak lain warga asli setempat.

Ali datang bersama ketiga rekannya itu sekitar dua pekan lalu.

Kepada Matsani, Ali mengatakan bahwa ketiga temannya itu sebagai pekerja bangunan.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved