Teror Bom di Bali

Aparat Desa Diingatkan Jangan Sampai Kecolongan Pendatang Baru

Aparat desa wajib mengetahui setiap penghuni indekos baru di lingkungannya.

Aparat Desa Diingatkan Jangan Sampai Kecolongan Pendatang Baru
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Polisi melakukan sweeping di kawasan indekos Jalan Jalak Putih Singaraja,Bali, Senin (18/1/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Status keamanan Buleleng masih siaga satu usai aksi teror melalui surat kaleng berisi ancaman peledakan bom di Kantor Camat Buleleng, Bali, Senin (18/1/2016).

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Budi Prasetyo mengatakan, TNI-Polri kini lebih meningkatkan pengawasan terhadap indekos.

Penghuni indekos baru harus lapor dan menujukkan identitasnya kepada aparat lingkungannya maksimal dua hari setelah menempati indekos barunya.

Sedangkan aparat desa wajib mengetahui setiap penghuni indekos baru di lingkungannya.

“Sudah dari tahun baru lalu, kita di Buleleng sudah siaga satu. Kita harus terus sweeping KTP, tempat-tempat kos-kosan, penginapan dan daerah-daerah tertentu yang harus kita lakukan sweeping KTP, 2x24 jam tamu memang wajib lapor, kepala desa wajib mengetahui,” ujar Prasetyo, Selasa (19/1/2016).

Ia memperingatkan kepada aparat desa agar tidak sampai kecolongan terhadap pendatang baru di lingkungannya.

“Ada pendatang baru jangan sampai tidak terdeteksi oleh kita. Dengan sweeping kita tahu mana yang warga Buleleng, mana yang cuma datang cuma tiga hari atau sebulan pergi lagi, itu harus kita antisipasi,” katanya.  

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved