Aksi Teroris Guncang Jakarta

Ternyata, Terduga Teror Sarinah Beri Tanda Begini: Saya Mau Jihad, Beh! Doain Ya!

"Saya bilang, 'Mau ke mana nih pagi-pagi sudah rapi banget?'. Dijawabnya, 'Mau jihad nih, Beh! Doain ya'," kata Babeh bercerita, Selasa (19/1/2016).

Ternyata, Terduga Teror Sarinah Beri Tanda Begini: Saya Mau Jihad, Beh! Doain Ya!
kompas.com
Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat menuju Monas disekitar Bundaran HI ditutup sementara pasca ledakan dan penembakan, Kamis (14/1/2016). Sejumlah pelaku teror melakukan peledakan dan penembakan kepada polisi dan warga di daerah Sarinah, Jakarta Pusat, mengakibatkan korban tewas serta terluka. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -  Siapa sangka bahwa pada Kamis (14/1/2016) pagi merupakan pertemuan terakhir seorang pedagang es yang biasa dipanggil Babeh dengan Muhammad Ali, terduga teroris di kawasan sekitar Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Saat itu, seperti biasanya, Babeh sudah berdagang es di kawasan Kompleks BPPT, Meruya Utara, Jakarta Barat.

(Ini Kronologi Detik-detik Teror Sarinah dari Rekaman CCTV)

Dia menyapa setiap orang yang dikenalnya, termasuk Muhammad Ali.  

Kepada Kompas.com, Babeh bercerita mengenai penampilan Ali yang berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. 

"Saya bilang, 'Mau ke mana nih pagi-pagi sudah rapi banget?'. Dijawabnya, 'Mau jihad nih, Beh! Doain ya'," kata Babeh bercerita, Selasa (19/1/2016).  

Babeh mengaku tidak memiliki firasat apa pun terhadap ucapan Ali.

Namun, setelah melihat berita, ia tak menyangka bahwa Ali termasuk salah satu terduga teroris yang sempat baku tembak dengan aparat kepolisian. 

Babeh menilai, selama ini tak ada yang mencurigakan dari Ali.

Ia mengenal Ali sebagai sosok yang baik, pendiam, dan rajin shalat berjemaah di masjid. 

Kata dia, Ali sebelumnya juga pernah bekerja sebagai satpam Kompleks BPPT. 

"Kalau enggak salah, dia kerja jadi satpam kompleks enam bulan. Terus jadi satpam atau tukang parkir di Restoran Jemahdi depan kompleks dan terakhir ini jadi sopir angkot," kata Babeh.

Berdasarkan foto yang berhasil dijepret fotografer Aditia Novansyah dan ditayangkan di Tempo.co, Muhammad Ali menggunakan baju berwarna biru muda dan ditutup rompi hitam. 

Ia beraksi dengan santai bersama rekannya, Afif alias Sunakim. 

Posisi mereka berada di belakang kerumunan orang yang menyaksikan tiga tubuh tergeletak di pos polisi setelah bom meledak.  

Ali diduga menembak seorang polisi lalu lintas (polantas) dari jarak dekat.

Ayah tiga orang anak itu menembak polisi dari belakang mobil berpelat kepolisian yang diparkir di tengah jalan.

Polisi kemudian melumpuhkan dan menembak mati Ali serta Afif di halaman parkir Starbucks.  

Pada Kamis malam dan Jumat (15/1/2016), pihak kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 Antiteror sudah menggeledah rumah Ali di Kampung Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Rumah Ali diduga merupakan tempat merakit bom yang kemudian digunakan di kawasan Sarinah. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved