Anggota Komisi 1 DPRD Tabanan Keluhkan Truk Lewat Pupuan

Bertambahnya lalu lintas truk di Pupuan yang menuju ke Gilimanuk dikeluhkan anggota Dewan Tabanan asal Pupuan, I Gusti Nyoman Omardani.

Anggota Komisi 1 DPRD Tabanan Keluhkan Truk Lewat Pupuan
ist
Beberapa truk yang melewati jalur Pupuan menuju ke Gilimanuk dari Denpasar. Dewan Tabanan keluhkan banyaknya truk bermuatan berat lewat Pupuan pasca putusnya jembatan di Tukadaya, Jembrana. (Ist) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Belum lancarnya arus lalu lintas Denpasar-Gilimanuk pasca putusnya Jembatan Tukadaya di Jembrana membuat truk harus memilih jalur alternatif melalui Pupuan, Tabanan.

Bertambahnya lalu lintas truk di Pupuan yang menuju ke Gilimanuk dikeluhkan anggota Dewan Tabanan asal Pupuan, I Gusti Nyoman Omardani.

Dirinya khawatir, sebab jalan raya Pupuan bukanlah jalan nasional yang dibuat untuk menahan beban kendaraan berat sehingga ditakutkan rawan jebol.

"Jalan di Pupuan sempit dan bertebing membuat kendaraan bermuatan berat ini rawan kecelakaan atau terperosok," katanya saat ditemui di Gedung Dewan Tabanan, (27/1/2016).

Anggota Komisi 1 DPRD Tabanan ini menyebutkan, hingga sekarang sudah ada empat kali truk bermuatan berat yang terperosok di wilayah Pupuan.

Titik-titik rawan yang menjadi lokasi truk terperosok adalah tikungan Padang Belimbing, perbatasan Desa Sanda, dan Daerah Batungsel. ‘’Truk terperosok karena banyak supirnya tidak tahu medan dan ngebut," ujarnya.

Politisi PDIP asal Desa Belimbing itu khawatir jika kendaraan berat itu terus  menerus melalui Pupuan jalan di sana akan ambrol. Bahkan menurutnya ada beberapa titik yang sudah mengalami penurunan.

‘’Masalahnya jalur Pupuan itu jalannya berstatus jalan provinsi bukan jalan nasional. Bukan dirancang untuk menahan kendaraan berat, jembatan-jembatan kecil yang menghubungkan antar desa di Pupuan ikut-ikutan jebol karena tidak kuat menahan beban berat terus menerus dan berkepanjangan," ujarnya.

Dia berharap agar ada pengaturan  kendaraan berat yang masuk dari jalur Gilimanuk ke Pupuan menuju Denpasar maupun sebaliknya.

‘’Setidaknya disaring. Kendaraan yang beratnya berapa yang boleh ke Pupuan. Sementara yang beratnya melebihi bisa dialihkan ke jalur lain,’’ tuturnya.(*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved