Sertakan 600 Tanda Tangan Warga Bali Saat Sidang, Jero Wacik: Mereka mohon Saya Dibebaskan

"Mereka mohon saya dibebaskan agar bisa kembali bekerja di pura," kata Jero Wacik.

Sertakan 600 Tanda Tangan Warga Bali Saat Sidang, Jero Wacik: Mereka mohon Saya Dibebaskan
Tribunnews/Herudin
Jero Wacik 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Tangis Jero Wacik sempat pecah saat membacakan nota pembelaan alias pleidoi atas tuntutan jaksa yang menuntut hukuman sembilan tahun penjara, di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Ia menangis saat meminta maaf kepada istri dan anak yang selama ini ditinggalkan karena terlalu sibuk bekerja.

"Untuk anak dan istriku, papa minta maaf menduakan kalian selama ini," kata Jero.

Jero menyebut, selama ini dirinya menduakan keluarga dengan bekerja. Bahkan, 10 tahun bekerja di pemerintahan, dirinya tidak pernah mengambil cuti.

Ia selalu memilih bekerja dibanding menghabiskan waktu dengan keluarga. Hasrat berkumpul dengan keluarga mencuat saat Jero bebas tugas dari pemerintahan. Namun, Jero Wacik justru dicokok KPK.

"Setelah bebas tugas, Papa ditahan, dipenjara," ujarnya.

Saat membacakan pleidoi, Jero berharap majelis hakim membebaskan dirinya dari hukuman. "Di pengadilan ini saya membela diri, saya menggugat ketidakadilan dan saya minta dibebaskan," ujarnya.

"Saya memohon kepada majelis hakim agar tuntutan sembilan tahun dibatalkan dan uang pengganti Rp 18,7 miliar juga dibatalkan," timpal Jero.

Ia membantah dakwaan yang ditujukan kepadanya, termasuk dugaan memperkaya diri dengan dana mencapai Rp 7,3 miliar, dan keluarga sebesar Rp 1,07 miliar dari dana operasional selama menjabat anggota kabinet.

Jero juga menyangkal dakwaan soal pemerasan anak buah di Kementerian ESDM untuk memperbanyak DOM Kementerian ESDM, dari Rp120 juta per bulan menjadi Rp 300 juta per bulan.

"Pemerasan menyangkut karakter, kegiatan saya tukang peras? Bisa dicek karakter itu dalam track record saya," ucapnya.

"Di Bali misalnya, di pura, di Kintamani saya kecil sampai lulus SMA, apakah Jero Wacik suka meras waktu SMA‑nya? Kemudian di ITB saat saya pernah menjadi ketua Senat? Dan kepada ribuan pegawai Astra tempat saya bekerja selama 15 tahun, apakah saya suka memeras?" imbuhnya.

Jero tidak sekadar menyampaikan pleidoi tertulis. Ia melampirkan sejumlah pernyataan tertulis anggota kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II. Mereka antara lain Alwi Shihab, Roy Suryo dan Amir Syamsuddin.

Jero juga menyertakan tanda tangan lebih dari 600 teman‑temannya di Bali. "Mereka mohon saya dibebaskan agar bisa kembali bekerja di pura," kata dia.(tribunnews/wah/kps)

Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved