Young Gen

400 Undangan Olimpiade Kimia Disebar Hingga Pelosok Desa di Bali

Sebanyak 400 surat undangan partisipasi disebar oleh 89 panitia Olimpiade Kimia XXI se-Bali untuk teori dan se-Indonesia untuk Lomba Karya Tulis

400 Undangan Olimpiade Kimia Disebar Hingga Pelosok Desa di Bali
Istimewa
Peserta Olimpiade Kimia XXI Jurusan Kimia FMIPA Unud yang mendapat juara saat Grand Final di Kampus Kimia, Bukit Jimbaran, Sabtu (30/1/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Demi memaksimalkan informasi mengenai Olimpiade Kimia, mahasiswa Jurusan Kimia, FMIPA Unud menyebarkan surat hingga ke pelosok Bali.

Sebanyak 400 surat undangan partisipasi disebar oleh 89 panitia Olimpiade Kimia XXI se-Bali untuk teori dan se-Indonesia untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Surat itu harus disebar untuk menjangkau seluruh sekolah di Bali dan memenuhi target peserta olimpiade sebanyak 300 peserta SMP dan SMA/SMK.

Keseriusan panitia untuk mengajak sekolah di pelosok dibuktikan dengan membagi enam wilayah sebagai lokasi babak penyisihan Olimpiade Kimia yang bertemakan mewujudkan generasi muda yang berwawasan ilmiah edukatif dan kompetitif ini.

Ketua Panitia Olimpiade Kimia, I Gusti Made Ary Putra Raharja ingin memaksimalkan informasi ke sekolah di daerah.

“Kami memang ingin menjangkau wilayah yang jauh dari kota, karena banyak sekolah yang di pedesaan ingin ikut tapi tidak mendapat informasi,” tuturnya saat ditemui Tribun Bali di kampusnya, Selasa (2/2/2016).

Babak penyisihan teori dibagi menjadi enam wilayah, SMA Negeri  1 Negara, SMA Negeri 1 Tabanan, SMA Negeri 1 Singaraja, SMA Negeri 1 Gianyar, SMA Negeri 2 Amlapura dan Kampus Kimia pada 24 Januari 2016.

“Sebenarnya sekolah yang menjadi tuan rumah babak penyisihan itu jaraknya masih jauh dari beberapa wilayah pedesaan. Tapi ya intinya ada di wilayah kota dan bisa dijangkau oleh semuanya,” terang Ary.

Peserta yang mengikuti babak penyisihan rata-rata 30 orang, dan yang paling banyak itu di Kampus Kimia sebagai lokasi dari sekolah yang berada di daerah Badung dan Denpasar sebanyak 140 orang.

“Sehingga totalnya 294 peserta  yang mengikuti babak penyisihan diperoleh 21 peserta dengan nilai terbaik yang mengikuti semifinal  pada 30 Januari 2016,” ungkap Ary.

Target 300 peserta itu awalnya tercapai yaitu 308 peserta, tapi karena saat babak penyisihan itu hari Purnama maka ada yang membatalkan karena upacara agama.

Ary mengungkapkan, permasalahan yang ia hadapi saat menyebar surat ke pelosok yaitu kesiapan panitia yang kebanyakan awam dengan daerah Bali.

“Panitia kami ada yang dari luar Bali, ya caranya kami campur dengan orang lokal yang sebenarnya juga tidak tahu lokasi sekolah. Ya saya sarankan sih pakai google map dan tanya orang di jalan, he he,” jelas Ary yang juga sempat nyasar saat menyebar surat ke Kubutambahan, Buleleng. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved