Benarkah Air Dari Sumur Bor Lebih Murah Daripada PDAM ?

Kalau menggunakan sumur bor kira-kira lebih murah sekitar 20 persenan.

Benarkah Air Dari Sumur Bor Lebih Murah Daripada PDAM ?
Tribun Bali
Seorang petugas PDAM Kota Denpasar saat melihat kondisi Sungai Ayung, Belusung, Denpasar, Bali yang menjadi sumber mata air utama PDAM, Selasa (22/9/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Bagian Keuangan PDAM Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Utami membenarkan bahwa saat menggunakan sumur bor memang lebih murah dibanding membeli air ke PDAM Denpasar.

Penyebabnya, karena dengan menggunakan sumur bor, pajaknya kena potongan koefisien NPVT atau diskon denda sesuai dengan aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Denpasar tentang Pajak Air Bawah Tanah (ABT).

“Dari sisi tarif, tariff ABT (air bawah tanah) itu sudah lebih tinggi daripada tarifnya PDAM. Tapi ada koefisien NPVT sehingga ketika bayar, setelah dipotong koefisien NPVT bayarnya lebih murah daripada PDAM sendiri. PDAM kan tidak ada potongan. Kalau menggunakan sumur bor kira-kira lebih murah sekitar 20 persenan,” kata Sri Utami kepada Tribun Bali, Selasa (2/2/2016)

Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, pihaknya bakal mengusulkan ke dalam forum dewan agar Perda Air Bawah Tanah ini bisa direvisi agar para pengusaha, khususnya hotel-hotel yang memerlukan air dalam kapasitas besar mempertimbangkan jika hendak mengebor agar bisa mendapatkan air.

“Kita juga akan lakukan revisi terhadap Perda ABT (Air Bawah Tanah). Kalau hitung-hitungan memang pihak pengusaha atau hotel memang kecil biaya untuk mendapatkan airnya ketimbang membayar air ke PDAM. Tentu saja nanti akan kami sampaikan agar segera melakukan revisi Perda ABT ini,” katanya (*) 

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved