Dewan Khawatir Banyak Pelanggan PDAM Beralih ke Sumur Bor

Para dewan mengaku terus mendapatkan keluhan dari warganya karena mendapatkan air “kecrat kecrit”, bahkan mati.

Dewan Khawatir Banyak Pelanggan PDAM Beralih ke Sumur Bor
ilustrasi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PDAM Denpasar harus fokus pada penyediakan air secukup-cukupnya untuk masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan.

Sebab, apabila kepercayaan para pelanggan sudah mulai pudar akibat ketidakmampuan PDAM melakukan pelayanan memuaskan, maka dikhawatirkan banyak pelanggan akan  beralih menggunakan sumur bor yang biayanya lebih murah daripada bayar air PDAM.

Jika itu terjadi, dampaknya antara lain turunnya pendapatan PDAM yang berpengaruh terhadap kucuran ke Pendapat Asli Daerah (PAD), dan bertambahnya kerusakan alam.

Untuk itu, dengan jajaran direksi yang baru, PDAM Denpasar diharapkan mampu membuat terobosan baru.

Kekhawatiran akan kehilangan para pelanggan itu sempat disampaikan oleh jajaran Komisi II DPRD Kota Denpasar dalam pertemuan mereka dengan jajaran direksi PDAM Kota Denpasar, Senin (1/2/2016) siang di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Ayung Belusung, Denpasar Utara.

Hadirnya sejumlah dewan kota ini lantaran para dewan mengaku terus mendapatkan keluhan dari warganya karena mendapatkan air “kecrat kecrit”, bahkan mati.

“Mengingat belakang ini banyak keluhan yang disampaikan masyarakat. Kehadiran kami disini untuk bisa melihat dan mendengar bagaimana kondisi distribusi air dan program-program Bapak Ibu sekalian. Sehingga kalau ada persoalan bisa kita cari solusi bersama untuk masyarakat,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengawali pertemuan tersebut.

Kompyang Wiranata mengatakan, saat ini hotel-hotel yang notabene sebelumnya berlangganan PDAM sudah beberapa beralih menggunakan sumur bor.

Sebab, kata dia, jika dihitung total keseluruhan pembiayaan relatif lebih murah dibandingkan menggunakan air distribusi PDAM itu sendiri.

“Tadi sudah kita sampaikan, bahwa akibat kelangkaan air ini, pengeboran sumber air bawah tanah akan meningkat. Kemudian hotel-hotel kita lihat sudah beralih ke sumur bor,” kata anggota Fraksi PDIP Kota Denpasar ini.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved