Pasek Suardika Tegaskan Bali Tidak Butuh Reklamasi Teluk Benoa, Tapi

Desa adat sudah mengerti betul bahwa dampak lingkungan itu mengenai daerahnya.

Pasek Suardika Tegaskan Bali Tidak Butuh Reklamasi Teluk Benoa, Tapi
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika usai memberikan kuliah umum dalam pertemuan Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) di Universitas Udayana Bali, Selasa (2/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-‎ Gelombang penolakan reklamasi Teluk Benoa terus bergulir di Bali.

Sebanyak 12 desa adat di Bali sudah menyatakan sikap menolak tegas Reklamasi Teluk Benoa.

Jauh dari hal itu, Mantan Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika angkat bicara mengenai Bali.

Pria asal Buleleng, Bali itu menyatakan, Provinsi Bali tidak membutuhkan reklamasi Teluk Benoa.

Alasannya, ialah keseimbangan pembangunan.

Apalagi, Bali merupakan daerah yang memiliki luas tidak terlalu besar.

Jarak tempuh antar kota hanya 2,5 jam, dari ujung Selatan hingga Utara, atau Barat ke Timur.

"Kenapa harus reklamasi, Bali butuh keseimbangan pembangunan. Jadi tidak harus pembangunan seluruhnya ada di Selatan (khususnya Badung Selatan)," kata Pasek usai menghadiri acara FL2MI, Selasa (2/2/2016).

Mengenai jarak antar kota, lebih jauh dijelaskannya, dengan jarak tempuh yang cukup ‎dekat dipastikan cukup memungkinkan dibangun merata.

Sehingga tidak terjadi kekisruhan di masyarakat.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved