Rupiah Terus Menguat, Ini Indikasi Valas BNI

IDR pagi ini dibuka menguat di level 13,615.0 berdasarkan data Reuters.

Rupiah Terus Menguat, Ini Indikasi Valas BNI
kompas.com

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Indikasi global opening rate menunjukkan bursa Wall Street ditutup bervariasi yang ditandai dengan penurunan indeks Dow Jones sebesar 17,12 poin (-0,10%) ke level 16,449.18 indeks S&P 500  turun  0,86 poin (-0,04%) ke level 1,940.24 dan indeks Nasdaq menguat  6,41  poin (0,14%) ke level 4,620.37.

"Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya kemarin, ditengah lemahnya data manufaktur AS yang dirilis tadi malam serta komentar dovish Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer tentang proyeksi ekonomi AS, terkait dengan kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan inflasi di AS, serta berpotensi dapat menahan The Fed untuk melanjutkan kenaikan suku bunga di tahun ini," kata Rifka Ilham selaku Dealer TRA BNI Denpasar.

Lanjutnya, indikasi lokal rate, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat  ke level 4,624.63 atau naik 9.47  poin (+0,21%) dari penutupan hari sebelumnya, sedangkan investor asing mencatatkan jumlah pembelian bersih sebesar IDR 416 miliar.

"Rupiah menguat terimbas, capital inflow di pasar keuangan dalam negeri baik di obligasi dan pasar saham  pasca Bank Of Japan mengumumkan kebijakan penerapan suku bunga negatif. Disisi lain BPS kemarin mengumumkan tingkat inflasi di bulan Januari untuk tingkat tahunan mengalami kenaikan ke level 4,14 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya berada di level 3,35 persen namun secara bulanan mengalami penurunan ke level 0,51 persen vs 0,96 persen periode sebelumnya, sehingga menambah dorongan terhadap rupiah untuk dapat menguat lebih jauh," imbuhnya. 

IDR pagi ini dibuka menguat di level 13,615.0 berdasarkan data Reuters.

Pergerakan rupiah diprediksi kembali menguat ditopang oleh potensi berlanjutnya capital inflows di pasar keuangan domestik, serta lelang Surat Utang Negara (SUN) yang diadakan pemerintah hari ini dengan target indikatif sebesar Rp 12  triliun.

Indikasi valas BNI, Selasa (2/2/2016):

Usd/idr 13600-13630
Euro/idr 14825-14855
Sgd/idr 9560-9585
Aud/idr 9660-9690
Jpy/idr 112.55-112.85
Gbp/idr 19630-19660

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved