Siapa yang Paling Merasakan Dampak MEA? Ini Kata Adian Napitupulu

Politisi fraksi PDIP yang suka bicara ceplas-ceplos ini mengatakan bahwa Indonesia saat ini harus siap menghadapi MEA.

Siapa yang Paling Merasakan Dampak MEA? Ini Kata Adian Napitupulu
Tribun Bali/A.A. Gde Putu Wahyura
Diskusi publik evaluasi dan proyeksi pembangunan Bali tahun 2016-2020 di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa, Selasa (2/2/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A.A. Gde Putu Wahyura

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Aktivis 98 yang juga sebagai Sekjen Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Adian Napitupulu berbicara lantang tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berada di depan mata Indonesia.

Dengan mengenakan baju kaos putih dan celana jeans, politisi fraksi PDIP yang suka bicara ceplas-ceplos ini mengatakan bahwa Indonesia saat ini harus siap menghadapi MEA.

“Yang saya takutkan bukan generasi saya, tetapi generasi 5-7 tahun ke depan. Kalau kita tidak bisa bersaing kita akan menjadi kuli dari bangsa-bangsa dan menjadi kuli bagi negara luar,” ujar Adian dalam diskusi publik evaluasi dan proyeksi pembangunan Bali tahun 2016-2020 di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa, Selasa (2/2/2016).

Mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia ini mengatakan, jangan sampai pemerintah daerah hanya berproyeksi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetapi mengorbankan rakyat sebagai pemilik tanah ini.

“Kalau kita bicara peningkatan PAD, peningkatan jumlah hotel, jangan-jangan rakyat kita yang memiliki tanah, air ini hanya menjadi babu. Saya lihat tidak ada kekhawatiran di Bali, jangan-jangan cuma saya saja yang khawatir,” jelasnya. 

Ia mengatakan dalam menghadapi MEA ini tidak cukup hanya membagikan komputer gratis kepada siswa ataupun hanya peningkatan PAD daerah dan nanti dilakukan pembinaan tetapi harus menynetuh pada mental orang Indonesia agar mampu bersaing baik managerial, pemikiran, dan skill.

Sebelumnya, wakil Bupati Badung tepilih, Ketut Suiasa mengatakan bahwa dalam menghadapi MEA ia akan membagikan komputer untuk anak SD, SMP, dan SMA di Badung.

Selain itu ia akan menambahkan pendidikan vokasional untuk dapat bersaing dalam MEA.

“MEA berbicara tiga hal, yakni pengetahuan, keterampilan, produk berkualitas. Selain memberikan komputer kami akan membangun pendidikan vokasional (skill) untuk dapat bersaing,” jelasnya.

Selain itu Wakil Bupati Karangasem terpilih, I Wayan Artha Dipa juga mengatakan agar masyarakat Karangasem tidak khawatir dalam menghadapi MEA.

Karena ia mengatakan selama ini Bali sudah menghadapi MEA.

“Di Batur ada Kelenteng di sana, ada MEA sudah dari dahulu. Untuk menghadapi MEA ini harus perbaiki diri sendiri agar mampu bersaing,” jelasnya.

Ada pun dalam diskusi ini yang menjadi narasumber juga Ketua Yayasan Warmadewa, A.A. Gede Oka Wisnumurthi dan Dr. I Made Sara, Dekan Fakultas Ekonomi Unwar. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved