Jembatan Tukadaya Jebol

Sisi Jembatan Tukadaya Resmi Dibuka, Sopir Truk Masih Ada yang Protes Ini

Sedangkan, kendaraan dari arah timur atau Denpasar diwajibkan membawa struk tonase dari terminal kargo maupun di penyeberangan Bali-Lombok.

Sisi Jembatan Tukadaya Resmi Dibuka, Sopir Truk Masih Ada yang Protes Ini
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Truk saat uji coba kendaraan berat di sisi jembatan Tukadaya, Jembrana, Minggu (31/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sisi jembatan Tukadaya di perbatasan Kelurahan Dauhwaru dan Desa Tukadaya, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Bali resmi dioperasikan pada Senin (1/2/2016) per pukul 12.00 Wita.

Keputusan operasi sisi jembatan itu berdasarkan rapat koordinasi antar instansi terkait.

Adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jembrana, Sat Lantas Polres Jembrana, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jembrana, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII serta instansi lainnya.

Sisi utara jembatan dilalui kendaraan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar dan sisi selatan dilintasi kendaraan dari Denpasar menuju Gilimanuk.

Semua kendaraan diperbolehkan melintas, namun truk diberlakukan klasifikasi berdasarkan berat muatan dan sumbu atau gandar kendaraan.

Klasifikasi berat muatan yaitu 15 ton, 25 ton, dan 50 ton.

Untuk muatan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) 15 ton diangkut dengan truk satu sumbu atau biasanya berupa truk Colt Diesel maupun truk engkel.

Sedangkan berat muatan 25 ton diangkut dengan kendaraan dua sumbu atau biasanya berupa truk tronton.

Sedangkan berat muatan 50 ton diangkut kendaraan dengan tiga sumbu atau berupa truk trailer.

Sebelum dioperasikan, aturan melintas ini diprotes belasan sopir truk yang juga mengikuti rapat koordinasi tersebut.

Halaman
123
Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved