Teror Bom di Bali

Begini Paniknya Ketika Koper Pakaian Jeffry Dikira Bom di KFC Jembrana

Tim Gegana pun datang untuk mengecek isi koper yang diduga bom.

Begini Paniknya Ketika Koper Pakaian Jeffry Dikira Bom di KFC Jembrana
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Tim Gegana dari Detasemen C Brimobda Bali Pelopor Gilimanuk pun datang ke lokasi dan mengevakuasi koper yang diduga berisikan bom itu, Selasa (2/2/2016) 

Jeffry mengaku salah karena saat menitip koper tidak dilengkapi identitas.

Sementara itu, karyawan KFC yang sempat dititipkan tas oleh Jeffry, Susila mengaku sebelumnya yang bersangkutan sudah meminta izin untuk menitipkan tas dengan alasan mau keluar ke bengkel sebentar.

Setelah itu, kata Sisula, bosnya serta karyawan-karyawan lain juga sempat bertanya siapa pemilik koper itu kepada dirinya.

Lantaran panik serta santernya isu teror bom belakangan ini, karyawan lainnya kemudian memberitahukan keberadaan  koper mencurigakan itu kepada seorang juru parkir yang berada di sekitar lokasi kemudian melaporkannya ke Polres Jembrana.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Herry Wiyanto, membantah kejadian di KFC Jembrana itu sebagai teror bom.

Itu koper yang dititipkan oleh teman dari karyawan resto cepat saji itu.

"Ya, itu bukan ancaman bom. Itu koper yang tertinggal. Jadi, tidak ada ancaman," kata Herry kepada Tribun Bali, melalui sambungan selulernya, Selasa (2/2/2016).

Herry mengakui ada miss komunikasi antara karyawan.

“Jadi, koper itu dititipkan oleh seorang rekan karyawan di resto cepat saji. Kemudian, waktu ada pergantian waktu, koper itu tidak diambil-ambil dan diketahui karyawan lainnya. Dan, tidak ada komunikasi antar karyawan. Terus itu dilapor ke kami dan ada penanganan. Masyarakat tidak perlu takut. Isinya cuma baju dan perlengkapan mandi,” pungkasnya. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved