Inilah Gubernur Tertua dan Termuda yang Dilantik Jokowi dengan Gaya Baru
"Jangan bekerja di belakang meja, turun langsung ke lapangan untuk mengurangi masalah," kata Jokowi.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi melantik tujuh pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada serentak 2015 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/2/2016).
Ini adalah pelantikan gaya baru di pemerintahan Jokowi-JK karena dilakukan secara serentak di Istana Negara.
(Sebelum Dilantik, Jokowi Ajak 7 Pasangan Gubernur dan Wagub Jalan Kaki)
Pelantikan sebelumnya, dilakukan di DPRD provinsi oleh Menteri Dalam Negeri.
(Gubernur Tertua Usia 74 Tahun Ini Disambut Sangat Meriah)
Acara pelantikan ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja, dan pimpinan sejumlah lembaga tinggi negara. Pimpinan Parpol juga menyaksikan di antaranya Ketum PDIP Megawati, Ketum NasDem Surya Paloh, dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie.
Dari tujuh gubernur, Muhammad Sani yang terpilih jadi gubernur Kepulauan Riau paling menarik perhatian.
Sani adalah gubernur tertua karena saat dilantik usianya sudah menginjak 74 tahun.
Saat mengikuti pelantikan, Sani terlihat berdiri dengan agak membungkuk.
Saat jalan pun, tidak lagi tegap. Sementara artis Zumi Zola Zulkilfi menjadi gubernur termuda.
Zumi Zola dilantik menjadi gubernur Jambi di usia 36 tahun.
Kehadiran artis ganteng ini pun mengundang perhatian hadirin di ruangan pelantikan.
"Bahwa saya akan memenuhi kewajiban sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, dengan sebaik‑baiknya dan seadil‑adilnya. Memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan undang‑undang dan peraturannya dengan selurus‑lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa," kata para gubernur dan wakil gubernur mengikuti sumpah jabatan yang dibacakan Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo dalam amanatnya memberikan ucapan selamat kepada tujuh pasangan gubernur dan wakil gubernur yang telah dilantik.
"Atas nama bangsa, negara dan rakyat Indonesia, saya mengucapkan selamat atas pelantikan saudara‑saudara, sebagai gubernur dan wakil gubernur," ujar Presiden.
Presiden meyakini para gubernur dan wakil gubernur yang dilantik sudah ditunggu masyrakat di tiap provinsi untuk segera melaksanakan program‑program sesuai janji kampanye mereka masing‑masing.
"Setelah Pilkada serentak berakhir, kini saatnya kita melangkah bersama untuk melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, mewujudkan janji‑janji saudara untuk mencapai kesejahteraan rakyat di daerah‑daerah yang saudara pimpin," kata Presiden.
Presiden dalam amanatnya meminta kepada para gubernur dan wakil gubernur agar tidak hanya kerja di belakang meja, tetapi juga sering 'blusukan' terjun ke lapangan untuk mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan.
"Jangan bekerja di belakang meja, turun langsung ke lapangan untuk mengurangi masalah," kata Jokowi.
Sani pun mengaku sanggup untuk 'blusukan' meski di umur yang ke‑74 tahun.
"Tentu, ya tentu, selama masih bisa saya jalani, ya saya jalani," ujar Sani.
Namun, ia mengatakan tidak mungkin bisa 'blusukan' 100 Persen.
Sani mengatakan hanya beberapa daerah saja di Kepulauan Riau yang masih bisa dijangkau.
"Kalau ke pulau, kita di atas awan (menggunakan transportasi udara) kan bisa duduk, kalau naik kapal kan masih bisa duduk. Tetap blusukan, walau tidak 100 persen," kata Sani.
Mengenai program, Sani mengatakan dirinya tinggal melanjutkan program‑program yang sudah ada, mengingat dirinya merupakan Gubernur incumbent pada periode sebelumnya.
"Tidak terlalu jauh pada pemerintahan yang lalu. Artinya visi‑misi yang saya akan jalankan sama, hanya penegasan di bidang‑bidang tertentu, antara lain gimana meningkatkan terutama di pendidikan dan usaha, kemudian soal transportasi, lalu infrastruktur di listrik dan air, juga parisiwasata dan investasi. Saya juga akan mengikuti arahan pusat," ucap Sani.
Sementara Zumi Zola ingin langsung fokus pada persoalan masalah banjir dan longsor yang sedang melanda Jambi.
"Setelah ini saya akan pulang ke Jambi langsung kerja, Jambi sedang menghadapi bencana banjir dan longsor," ujar Zumi.
Persoalan di Jambi bukan hanya tanah longsor dan banjir saja.
Menurut Zumi, masih ada persoalan lain yang harus menjadi fokus yaitu kebakaran hutan dan lahan.
"Tahun lalu Jambi musim kemarau mengalami kabut asap sampai 3 bulan airport lumpuh dan rugi perekonomian masyarakat, kita harap itu tidak terjadi tahun ini," ucap Zumi.
Zumi mengatakan pihaknya juga siap melaksanakan program‑program pemerintah pusat, seperti kedaulatan pangan.
Ia mengatakan akan menyelaraskan program‑program tersebut sampai ke kabupaten/kota.
"Program lain kedaulatan pangan pertanian kebijakan nasional presiden, kami akan teruskan sampai kabupaten/kota," tutur Zumi. (tribunnews)
Data Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur
1. Kalimantan Selatan
Gubernur: Sahbirin Noor (49 tahun)
Wakil Gubernur: Rudy Resnawan (55 tahun)
2. Jambi
Gubernur: Zumi Zola Zulkilfi (36 tahun)
Wakil Gubernur: Fachrori Umar (64 tahun)
3. Sumatera Barat
Gubernur: Irwan Prayitno (53 tahun)
Wakil Gubernur: Nasrul Abit (62 tahun)
4. Sulawesi Utara
Gubernur: Olly Dondokambey (55 tahun)
Wakil Gubernur: Steven O.E Kandouw (47 tahun).
5. Kepulauan Riau
Gubernur: Muhammad Sani (74 tahun)
Wakil Gubernur: Nurdin Basirun (59 tahun)
6. Kalimantan Utara
Gubernur: Orianto Lambrie (58 tahun)
Wakil Gubernur: Udin Hianggio (70 tahun)
7. Bengkulu
Gubernur: Ridwan Mukti (53 tahun)
Wakil Gubernur: Rohidin Mersyah (46 tahun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelantikan-gubernur_20160213_121336.jpg)