Krishna Murti: Gubernur Jangan Khawatir Preman di Kalijodo
Pemukiman Kalijodo kembali tumbuh subur sebagai kawasan lokasisasi perjudian dan pelacuran.
Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Suasana Kalijodo di siang hari sepi, tak banyak orang yang lalu lalang.
Sejumlah kafe di pinggir jalan yang diduga sebagai tempat prostitusi, baru beroperasi pada malam hari.
Di kawasan ini berdiri rumah permanen, padahal bagi pemerintah DKI Jakarta kawasan ini adahal zona jalur hijau yang seharusnya terbebas dari bangunan tempat tinggal.
Pemerintah DKI Jakarta dulu sempat menggusur tempat ini di era Gubernur Sutiyoso namun pemukiman Kalijodo kembali tumbuh subur sebagai kawasan lokasisasi perjudian dan pelacuran.
Ditengarai perputaran uang di Kalijodo mencapai lebih dari Rp 2 Miliar per hari.
Rencana relokasi Kalijodo menjadi perhatian khusus pemerintah.
Sejauh ini Polda Metro Jaya mendukung langkah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang ingin menertibkan kawasan ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti menegaskan, gubernur tidak perlu khawatir dengan para preman karena Krishna berpengalaman menertibkan preman di Kalijodo ketika ia menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan.
“Intinya Kalijodo tidak masalah, tidak ada premannya lagi,” ungkapnya.
Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan sosialisasi.
Namun mereka mengaku tidak mempermasalahkan relokasi asal ada solusi.
“Relokasinya seperti apa, atau misalnya tidak ada relokasi seperti apa. Ini yang kita harapkan. Sementara hingga saat ini belum ada sosialisasi,” ungkap seorang warga, Ajis kepada Kompas TV. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kamar-psk_20160211_162221.jpg)