Empat Kasus Kematian di Bali Ini Tak Terungkap Karena Ini

Bahkan untuk mengungkapnya, sampai mendatangkan dokter Italia untuk melakuan autopsi, namun juga tak membuahkan hasil.

Empat Kasus Kematian di Bali Ini Tak Terungkap Karena Ini
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Empat kasus kematian tak wajar yang pernah terjadi di Bali hingga kini belum juga terungkap.

Bahkan, satu kasus sudah belasan tahun terjadi, namun karena tidak cukup bukti dan saksi untuk disidangkan, sehingga tidak pernah terungkap.

Dalam semacam ini sering disebut dengan kasus kriminal tanpa korban (crime without victim).

Kepala Bagian Staf Medis Fungsional Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit mengatakan, ada empat kematian tidak wajar yang ditangani rumah sakit itu namun kasusnya tidak terungkap.

"Empat kasus kematian tidak wajar itu sulit diungkap karena tidak cukup bukti dan saksi untuk disidangkan," ujar Alit, Minggu (14/2/2016).

Ia mengatakan, empat kasus kematian yang sulit diungkap, yakni pembunuhan wanita warga Italia, pembunuhan pria dengan sengatan listrik, penemuan jenazah di Asram Ratu Bagus, dan kematian balita di saluran air di Kabupaten Karangasem.

Menurutnya, keempat jenazah itu sudah dilakukan pemeriksaan visum dan otopsi, sehingga dapat dikatakan kasus pembunuhan karena ada bukti fisiknya, namun kasusnya tidak dapat disidangkan karena bukti lain tidak memenuhi unsur.

Untuk dapat menyidangkan kasus pembunuhan, ujarnya, harus ada lima unsur alat bukti yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

Oleh sebab itu, untuk mengungkap kasus tersebut minimal ada dua alat bukti yang dapat dihadirkan dalam persidangan, namun empat kasus tersebut tidak diketahui siapa tersangka pembunuhnya.

"Kasus kriminal yang tidak terungkap yang sering terjadi di setiap negara ini sering dikatakan kasus kriminal tanpa korban (crime without victim) karena pelaku menghilangkan jejak jenazah korban, sehingga jenazahnya tidak dapat teridentifikasi," katanya.

Halaman
12
Penulis: I Dewa Made Satya Parama
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved