Pemerintah Harus Memikirkan Ini Sebelum Bukit Bedugul Dibelah

Tak semua elemen masyarakat Bali setuju dengan rencana pembangunan jalan tol Denpasar-Buleleng. Pro dan kontra muncul terkait rencana Pemerintah Bali.

Pemerintah Harus Memikirkan Ini Sebelum Bukit Bedugul Dibelah
Tribun Bali/Prima

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tak semua elemen masyarakat Bali setuju dengan rencana pembangunan jalan tol Denpasar-Buleleng.

Pro dan kontra muncul terkait rencana Pemerintah Provinsi Bali membangun jalan tol, yang direncanakan akan membelah Bukit Bedugul tersebut.

Suara tidak setuju di antaranya datang dari Ketua Pusat Koordinasi Hindu Indonesia, Ida Bagus Susena Wanasara.

Ia mengatakan pembangunan jalan tol Denpasar-Buleleng sangat tidak sesuai dengan daya tampung dan daya dukung yang dimiliki oleh Bali.

(‎Megawati Setujui Pembangunan Jalan Shortcut Denpasar-Buleleng)

“Ya kalau kita tidak setuju. Alasan pertama yaitu Bali memiliki keterbatasan daya tampung dan daya dukung. Selain itu, Pulau Bali itu sangat kecil sekali,” ungkapnya ketika dihubungi Tribun Bali, tadi malam, Minggu (14/2/2016).

Ia menambahkan, pembangunan ini akan membuat alih fungsi lahan besar-besaran, yang nantinya meningkatkan jual-beli lahan besar-besaran.

Hal ini menurutnya tidak dipikirkan oleh pemerintah.

“Baru rencana aja pasti sudah jual beli lahan akan gencar sekali. Itu dampak yang paling signifikan. Harga tanah juga, seperti bandara di Buleleng. Jadi sebenarnya ini tidak dipikirkan pemerintah,” katanya.

Susena juga mengatakan, nilai-nilai tradisional akan hilang apabila terjadi pembangunan tol seperti ini.

Halaman
123
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved