Melarat di Pulau Surga

Ni Wayan Mendri Hanya Bisa Berdoa Agar Selalu Sehat

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih terkadang ia meminta kepada tetangga atau bahkan hanya mengandalkan air hujan yang ditampungnya.

Ni Wayan Mendri Hanya Bisa Berdoa Agar Selalu Sehat
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Ni Wayan Mendri saat duduk di depan dapurnya, yang tidak berdinding dan hanya beratap seng yang kondisinya sudah rapuh, Selasa (16/2/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Wayan Mendri (75) hanya bisa termenung seorang diri di Kediaman sederhananya yang terletak di Dusun Kawan, Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (16/2/2016).

Janda yang tidak dikaruniai anak ini menatap sayu tungku di dapurnya yang terbuat dari bata.

Sudah lebih dari 5 tahun Ni Wayan Mendri hidup sebatang kara setelah ditinggal meninggal oleh sang suami karena sakit.

Ni Wayan Mendri dan suaminya tidak dikaruniai anak, sehingga selama ini ia harus menggantungkan hidupnya dari belas kasihan saudara jauhnya yang tinggal di Denpasar.

Tubuh renta Ni Wayan Mendri sudah tidak lagi mampu melakukan banyak aktivitas.

Kesehariannya hanya mampu memasak dan sesekali menjejaitan jika ada tetangga yang membutuhkan bantuannya.

"Saya hanya diam dirumah, saya sudah tidak bisa bekerja lagi. Saya cuma dapet uang kalau ada tetangga minta bantuan dibuatin jejaitan untuk odalan," ujar Ni Wayan Mendri dengan suara terbata-bata.

Meskipun tinggal di lahan dengan luas sekitar 2 are.

Namun, Kondisi tempat tinggal Ni Wayan Mendri sangat memprihatinkan.

Rumah Ni Wayan Mendri yang dibangun dari bantuan bedah rumah tampak berantakan dan tidak terawat.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved