Breaking News:

Tragedi Angeline

Agus Minta Terlepas Dari Tuntutan 12 Tahun Penjara

Tidak ada niatan atau ada unsur pembiaran dalam sikapnya tidak melaporkan pembunuhan Engeline pada polisi

Tribun Bali / I Made Ardhiangga Ismayana
Agus Tay Handamay membacakan pembelaannya di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (16/2/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Agus Tay Handamay terdakwa kasus pembunuhan Engeline membacakan sendiri tanggapan (duplik) nya atas replik tanggapan JPU di sidang lanjutan perkara pembunuhan Engeline Megawe, Senin (22/2/2016).

Dalam hal ini Agus menekankan supaya tidak diganjar 12 tahun.

Bahkan, atas hal itu dia menyamakan seorang koruptor yang hanya dihukum 2 tahun atas kasus korupsi.

"Saya tidak melapor ke polisi, bukan melakukan tindak pembiaran, dan karena Engeline meninggal dalam hitungan waktu. Saya tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal ini. Dan saya pembantu sangat takut kepada Polisi," ucapnya.

Menurut dia, tidak ada niatan atau ada unsur pembiaran dalam sikapnya tidak melaporkan pembunuhan Engeline pada polisi.

Akan tetapi, tekanan dari Margriet dan ancaman mengejar membawa parang membuatnya cukup ketakutan.

Apalagi, dengan adanya hal ini, membuat dirinya tidak lagi bekerja.

Dia jauh-jauh merantau ke Bali hanya untuk mencari sesuap nasi.

"Tapi sekarang saya malah harus di penjara. Saya meminta supaya saya diringankan hukuman ini. Hormat saya kepada JPU dan Majelis Hakim," pungkasnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved