Breaking News:

Tragedi Angeline

Vonis Senin Depan, Hotma Sitompoel Minta Margriet Diputus Bebas

"Anehnya ini ditelan bulat-bulat oleh JPU,” cetus Aldres Napitupulu.

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kuasa hukum Margriet memutar rekaman pemeriksaan Agustay disela pembacaan duplik dalam sidang kasus pembunuhan Engeline di PN Denpasar, Senin (22/2/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hotma Sitompoel, pengacara Margriet Ch Megawe meminta majelis hakim agar Margriet diputus bebas serta segera dikeluarkan dari tahanan.

Permintaan ini disampaikan dalam pembacaan duplik atas replik jaksa penuntut umum (JPU).

(Ketika Rekaman Pemeriksaan Agustay di Polresta Denpasar Dipertontonkan)

Pada duplik setebal 24 halaman itu, Hotma menilai pembunuh Engeline adalah Agustay.

“Kami percaya majelis hakim telah menemukan kebenaran materiil dalam persidangan ini berdasarkan fakta yang terungkap. Untuk itu kami percaya dan tetap pada pembelaan kami serta duplik ini,” ujar Hotma dalam sidang duplik dengan tersangka Margriet Ch Megawe di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin (22/2/2016) .

Mereka juga mengatakan keterangan saksi Agustay sebagai kebohongan besar.

"Anehnya ini ditelan bulat-bulat oleh JPU,” cetus Aldres Napitupulu.

Sementara itu, pada sidang berbeda, Agustay membacakan sendiri duplik-nya.

Duplik setebal 3 halaman ini, Agustay berterima kasih terhadap JPU yang dikoordinir Ketut Maha Agung yang telah membebaskannya dari tuduhan pembunuhan.

Namun begitu, Agustay masih belum bisa menerima terkait tuntutan 12 tahun sidang sebelumnya. 

Agustay menyatakan, selama persidangan pihaknya telah bersikap jujur dan telah mengungkapkan kebenaran, siapa sesungguhnya pelaku pembunuh Engeline.

“Majelis yang terhormat, saya telah bersikap jujur selama persidangan ini. Saya datang ke Bali hanya demi sesuap nasi akan tetapi nasib saya bekerja di tempat yang salah,” ucapnya .

Sementara, pengacara Agustay, Haposan Sihombing yang membacakan duplik secara terpisah, meminta agar majelis hakim membebaskan Agustay dari seluruh tuntutan hukum.

Usai pembacaan duplik, majelis hakim menyatakan sidang akan dilanjutkan dengan agenda putusan pada Senin (29/2/2016) mendatang.

Pun begitu pula dengan terdakwa Margriet, juga ditunda pada Senin (29/2/2016) dengan agenda pembacaan vonis. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved