Bagaimana Kelanjutan Kasus Wayan Mirna?

Pada saat itu pemberitaan di media sosial dan media elektronik cukup besar.

Bagaimana Kelanjutan Kasus Wayan Mirna?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Hakim ketua I Wayan Merta memimpin jalannya sidang praperadilan tersangka dugaan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin alias Mirna, Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016). Gugatan praperadilan tersebut dilakukan kuasa hukum Jessica untuk membuktikan tidak sahnya penangkapan dan penetapan tersangka atas dugaan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin alias Mirna. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum Pihak Kepolisian mengatakan bahwa kasus Mirna diambil alih karena adanya perhatian publik yang besar saat dua hari setelah kematian Wayan Mirna.

Pada saat itu pemberitaan di media sosial dan media elektronik cukup besar.

"Sehingga perlu adanya ambil alih kasus oleh pihak Direskrimum Polda Metro Jaya karena dinilai cukup sulit dan perlu adanya penanganan khusus," ujar Kuasa Hukum pihak kepolisian Kompol Salman saat pemaparan di PN Jakarta Pusat, Rabu (23/2/2016)

Dia menjelaskan bahwa pengambilalihan kasus telah berdasarkan pandangan dan rapat pimpinan di Polda Metro Jaya dan melakukan penelitian bahwa Mirna telah meninggal karena diracun sesuai dengan pernyataan seorang dokter dari RS Abdi Waluyo.

Maka pada 10 Januari 2016, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sesuai dengan surat No EP/02PH1/2016 Sektor Tanah Abang tanggal 8 Januari 2016, telah memberikan kewenangan kasus tersebut.

"Setelah pelimpahan tersebut, maka Direskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan tugasnya untuk memeriksa dan melakukan penggeledahan di tempat pemohon atas nama Jessica Kumala Wongso sesuai dengan administrasi," tambahnya.

Penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian juga telah dibuat melalui surat penggeledahan No SP3/235/I/ 2016 tanggal 10 Januari 2016.

Melalui surat tersebut pula, pihak kepolisian membantah bahwa penggeledahan yang dilakukan di Rumah Jessica tidak menggunakan surat perintah penggeledahan. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved