Duh, Pria Ini Meninggal Setelah Makan Mi Instan?

Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum tewas, pada pukul 09.00 WIB, korban memakan mi instan di warung dekat tempat kerjanya.

Duh, Pria Ini Meninggal Setelah Makan Mi Instan?
Kompas.com
Ilustrasi mayat 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang mekanik motor, Edi Suyanto (43), warga Desa Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang, meninggal dunia, Rabu (24/2/2016) siang. 

Berdasarkan data yang dihimpun, sebelum tewas, pada pukul 09.00 WIB, korban memakan mi instan di warung dekat tempat kerjanya.

Dia lalu masuk kerja seperti biasa. 

Sesampainya di tempat kerja, korban mengeluhkan sakit di bagian dada.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban pulang ke rumah dan diminta dikerok oleh salah satu keluarganya. 

"Setelah dikerokin malah tambah parah. Akhirnya, keluarga memutuskan untuk membawanya ke sebuah klinik di Bringin," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian, Kamis (25/2/2016) siang. 

Ketika di klinik tersebut, korban sempat mendapatkan injeksi suntik dan diberi infus.

Selang lima menit kemudian, korban kejang-kejang dan hidungnya mengeluarkan darah. 

Mendapati kondisinya makin buruk, yang bersangkutan lalu dirujuk ke Rumah Sakit DKT dr Asmir Salatiga.

Pihak kepolisian, lanjut Herman, sudah melakukan olah TKP dan mengumpukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain sisa mi instan, obat-obatan, dan infus yang diberikan selama di klinik. 

Selain itu, dari olah TKP tersebut, polisi juga mendapatkan informasi bahwa korban setelah makan mi instan juga membeli obat sakit kepala dan minum-minuman berenergi. 

"Kami masih mendalami berbagai kemungkinan, bisa dari mi instan atau dugaan korban meninggal di klinik atau saat perjalanan ke Rumah Sakit DKT," ujarnya. 

Dalam penyelidikan itu, polisi mendalami berbagai dugaan.

Pertama, terkait dugaan malapraktik yang dilakukan pihak klinik.

Kedua, gara-gara risiko medis dan dugaan ketiga korban tewas disebabkan kelalaian korban sendiri. 

Pihak keluarga, lanjut Herman, menuntut apa yang diduga sebagai malapraktik yang dilakukan oleh pihak klinik bisa diungkap.

Pihaknya juga akan mendalami informasi yang beredar di masyarakat bahwa klinik yang menangani korban belum berizin. 

"Agar tidak menimbulkan fitnah, kami akan berusaha meminta bantuan saksi ahli bidang kesehatan," ujarnya. 

Jasad Edi telah dimakamkan oleh keluarga, Kamis (25/2/2016) dini hari, setelah menjalani otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang

"Hasil otopsi akan diketahui sekitar sepekan mendatang," kata Herman. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved