Praktik Nakal Money Changer di Bali dalam Penyelidikan

Mereka melakukan kecurangan dengan tidak memberi uang rupiah sesuai dengan kurs yang ada

Praktik Nakal Money Changer di Bali dalam Penyelidikan
Tribun Bali / I Made Ardhiangga Ismayana
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Heri Wiyanto 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ragil Armando 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sembari melemparkan senyum ramahnya kepada Tribun  Bali, Kabid Humas Polda Bali, Kombes (Pol) Hery Wiyanto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan hasil dari investigasi yang dilakukan tim gabungan Polda Bali dengan Bank Indonesia.

Hal ini terkait dengan MoU yang dilakukan oleh Polda Bali dan Bank Indonesia terkait penanggulangan tindak pidana di bidang sistem pembayaran dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) atau money changer dan transaksi menggunakan mata uang asing. 

“Hasilnya belum ada, belum kita dapatkan. Kan itu harus gabungan dengan BI,” katanya di Mapolda Bali, Jumat (26/05/2016). 

Ketika disinggung terkait beredarnya video investigasi dari Jurnalis Belanda Kees Van Der Spek di acara Oplichters in Het Buitenland di Stasiun Televisi Belanda SBS 6 yang beredar di Youtube, pada reportase yang dilakukan Jurnalis Belanda tersebut menayangkan adanya praktek kecurangan oknum money changer illegal.

Mereka melakukan kecurangan dengan tidak memberi uang rupiah sesuai dengan kurs yang ada, menggunakan trik kecepatan tangan untuk menjatuhkan uang ke lantai sembari mengalihkan perhatian para wisatawan asing yang sedang melakukan transaksi penukaran uang.

Kombes Wiyanto menjelaskan, video tersebut merupakan video lawas, dan pihaknya telah melakukan penyelidikan untuk menginvestigasi praktik-praktik dari oknum nakal money changer illegal tersebut. 

“Udah lama itu, udah lama video itu. Kami sudah bentuk tim sudah kita sempet sasar hal itu. Kemudian sekarang sudah melakukan penyelidikan. Sudah banyak yang tutup saat ini. Karena itu gabungan yang kita lakukan, gabungan dengan Bank BI,” tambahnya. 

Namun ketika ditanyakan mengenai hasil dari penyelidikan dari praktik-praktik nakal tersebut, Kombes Wiyanto mengatakan bahwa pihaknya masih belum mendapatkan hasil dari penyelidikan tersebut. 

“Belum ada, belum kita dapatkan. Itu sudah video lama itu. Video lama kita juga sudah dapat itu,” pungkasnya. (*) 

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved