Guyuran hujan dan Angin Kencang Penyebab Utama Rebahnya Padi

Rebahnya padi dikarenakan kondisi alam yang masih belum bersahabat

Guyuran hujan dan Angin Kencang Penyebab Utama Rebahnya Padi
Istimewa
ilustrasi padi 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sebagian padi di Desa Peladung rebah, Minggu (28/2/2016). Penyebabnya, karena diguyur hujan dan diterpa angin.

Satu diantaranya, milik I Wayan Nyarik (49) warga Desa Peladung, Kecamatan/Kabupaten Karangasem.

Pria yang juga sebagai kelian subak mengaku, tak bisa berbuat banyak melihat tanaman padi miliknya rebah.

Pantauan Tribun Bali, padi yang masih belum layak panen, nampak rebah hingga menyentuh tanah.

Bagi Nyarik, kondisi itu tak bagus buat pertumbuhan tanaman padi.

Nyarik kini mengaku pasrah.

Rebahnya padi dikarenakan kondisi alam yang masih belum bersahabat.

Guyuran hujan serta angin kencang, akui Nyarik, menjadi penyebab utama rebahnya padi.

“Sudah dari minggu kemarin seperti ini. Nggak hanya saya saja, padi petani lainnya juga kondisinya sama. Tapi tak begitu banyak lah,”jelas Nyarik kepada Tribun Bali.

Nyarik mengaku rebahnya tanaman padi warga berdampak pada hasil panen.

Padi yang sudah rebah hingga menyentuh tanah, biasanya rusak.

Bijinya kemungkinan tak ada, lantaran tumbuhnya tak normal.

Diperkirakan padi rebah mencapai di wilayah tersebut mencapai belasan hektar.(*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved