Tragedi Angeline
Air Mata Terus Mengalir Dari Matanya, Ini Pernyataan Ibu Kandung Engeline
Ibu kandung Engeline tampak duduk dibangku didampingi Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Gusti Agung Bagus Angga Putra.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Suara petir menggelegar di langit yang mendung mengiringi usainya sidang dengan agenda pembacaan vonis terhadap terdakwa kasus pembunuhan Engeline, Margriet Megawe, Senin (29/2/2016) siang.
Di luar ruang sidang, ibu kandung Engeline tampak duduk dibangku dengan didampingi Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.
Sambil menggenggam botol air mineral di tangannya, Hamidah yang ditemui awak media mengaku tidak puas dengan putusan vonis hakim terhadap Margriet.
“Nggak puas dengan hukuman seumur hidup. Harusnya dihukum mati,” ujar Hamidah sambil membasuh air matanya.
Sesekali ia tampak sesengukan, menahan air matanya yang tidak kuasa berlinang.
Matanya sembab akibat menangis.
“Kalau cuma dihukum seumur hidup aja saya juga ingin bunuh orang. Hukumannya belum setimpal. Saya berharap vonisnya lebih berat dari itu,” imbuhnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hamidah-di-sidang_20160229_111933.jpg)