Breaking News:

Tragedi Engeline

Helen Terkenang Sosok Engeline, ‘Seolah Masih Ada’

Bahkan ia mengatakan seolah masih merasakan kehadiran Engeline saat sedang mengajar.

Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Siswa-siswi SD 12 berdoa untuk sidang putusan Engeline hari ini, Senin (29/2/2016). 

“Kalau secara perasaan, saya merasa anak itu ada, Engeline belum meninggal. Itu yang di pikiran saya, saat saya duduk sendiri masih sering membayangkan wajahnya. Belum terlupakan. Karena dia dulu sering terlambat, kotor, dia jadi salah satu yang saya berikan perhatian khusus,” ujar Sriwijayanti.

Bertepatan dengan sidang putusan Margriet dan Agustay pada Senin kemarin, keluarag besar SDN 12 Sanur juga menggelar doa bersama di halaman sekolah.

Ratusan siswa yang masuk pagi hari bersama para guru dan kepala sekolah, berkumpul dan duduk bersimpuh untuk mendoakan Engeline di alam sana dan sidang putusan memberikan hukuman setimpal kepada pelakunya.

Senada dengan Sriwijayanti, Ketut Ruta selaku Kepala SD 12 Sanur mengatakan tujuan persembahyangan ini agar Tuhan Yang Maha Esa bisa memberikan pencerahan bagi hakim untuk bisa memberikan keputusan sesuai hati nurani dalam memutuskan hukuman pada pelaku kasus pembunuhan Engeline.

Seusai doa bersama, Ruta bersama beberapa para guru juga menyempatkan diri datang pada persidangan yang digelar pukul 11.00 Wita.

“Kasus ini cukup melelahkan dan membuat emosi kami yang mengikuti terus perkembangan kasus ini. Tapi saya juga menyikap ini juga sebagai hal yang wajar karena ini termasuk kasus yang cukup rumit,” ujar Ruta.

Sesuai dengan harapan teman dan guru-guru Engeline, pelaku pembunuhan Margriet dihukum berat seumur hidup sedang Agustay yang ikut membantu dihukum 10 tahun. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved