Keren! Iring-Iringan Gebogan Warga Desa Kukuh Lintasi Obyek Wisata Alas Kedaton

Tradisi Mepeed digelar enam bulan sekali

Keren! Iring-Iringan Gebogan Warga Desa Kukuh Lintasi Obyek Wisata Alas Kedaton
Tribun Bali/I Made Argawa
Tradisi mepeed di Pura Dalem Khayangan Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Selasa (1/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Iring-iringan gebogan nampak melintas di depan obyek wisata Alas Kedaton, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Tradisi Mepeed digelar oleh masyarakat di Desa Kukuh, Kecamatan Marga setiap enam bulan sekali di Pura Dalem Khayangan Kedaton pada Anggara Sasih Medang Sia.

Seorang warga Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Ni Nyoman Sukerti (48) tampak menyekah keringat di dahinya seusai mengikuti tradisi mepeed.

"Tadi banjar saya yang pertama mepeed, sudah jalan pukul 13.00 wita," katanya, Selasa (1/3/2016).

Sukerti mengaku dirinya membeli buah-buahan untuk mepeed sebesar Rp 300 ribu.

Sekretaris Adat Desa Kukuh, I Gusti Ngurah Rai Puja Yasa (64) mengatakan, tradisi mepeed di Desanya telah ada sejak dirinya kecil.

Sebelum dilaksanakan di Pura Dalem Khayangan Kedaton, tradisi itu digelar di Pura Puseh, Desa Adat Kukuh.

"Sebelumnya telah ada di Pira Desa, sejak kawasan alas Kedaton mulai berkembang sekitar tahun 1978, tradisi mepeed mulai dilakukan di sini," jelasnya.

Ada 12 banjar yang mengikuti tradisi mepeed di Desa Kukuh yakni Banjar Menalun, Banjar Lodalang, Banjar Mekar Sari, Banjar Amreta Sari, Banjar Tengah, Banjar Munggal, Banjar Dalem Kerti, Banjar Batan Wani, Banjar Tegal, Banjar Den Uma, Banjar Pande dan Banjar Tagtag.

"Tradisi mepeed dimulai pukul 13.00 wita dan sudah selesai sore sekitar pukul 18.00 wita. Persembahyangan sudah usai pukul 19.00 wita," ujar Puja Yasa. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved