Denpasar Bakal Punya Fasilitas Lapangan Sintetis

Maria Natalia Londa berharap fasilitas tempat berlatihnya di Lapangan Ngurah Rai segera direalisasikan.

Denpasar Bakal Punya Fasilitas Lapangan Sintetis
TRIBUN BALI/ADY SUCIPTO
PERSAINGAN KETAT - Atlet atletik Bali, Maria Natalia Londa (kiri) berlatih fisik dengan berlari sprint 100 meter di Lapangan Ngurah Rai beberapa waktu lalu. Di Olimpade Londa akan bersaing dengan peraih medali emas Britney Reese dari USA, Ivana Spanovic asal Serbia, Tatyana Lebedeva asal Rusia. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah persiapan menuju Olimpiade Rio de Jeneiro, Agustus mendatang, Maria Natalia Londa berharap fasilitas tempat berlatihnya di Lapangan Ngurah Rai segera direalisasikan.

Peraih dua medali emas di SEA Games 2015 di Singapura itu pun terlihat senang saat mendampingi kedatangan tim Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengecek lokasi pembangunan lapangan sintetis yang disiapkan untuk berlatih para atlet di Bali.

“Harapan saya pemberian lapangan sintesis untuk Bali diberikan yang terbaik, jalannya lancar dan realisasinya cepat,” kata Maria di Lapangan Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (1/3/2016).

Minimnya fasilitas berlatih sangat dirasakan betul oleh Maria dalam persiapan  menuju Olimpiade.

Fasilitas di Lapangan Ngurah Rai pun dinilai masih banyak kekurangan.

Maria pun lebih sering berlatih di Pantai Legian, Seminyak, yang dinilainya lebih aman.

Secerca harapan untuk mendapatkan arena berlatih berstandar internasional rupanya bersambut dari tim Kemenpora, yang berencana membangun fasilitas lapangan sintetis di Lapangan Ngurah Rai.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kemenpora Edy Suryatmo dan Kasubbid Surya Saputra mengatakan, hasil tinjauan ke Ngurah Rai segera dilaporkan ke atasan.

“Kita  segera laporkan data di lapangan ke atasan, apakah yang diajukan sesuai yang diajukan oleh Pengurus Besar (PB),” ucap Surya Saputra, Kasubbid Sarana dan Prasarana Kemenpora.

Namun tim Kemenpora pun masih belum dapat memastikan apakah pembangunan untuk lapangan dari lompat jauh dapat segera direalisasikan secepatnya, mengingat anggaran, design gambar detail dan kejelasan pembangunan belum ada.

“Masalahnya ini belum bisa dipastikan bisa dilaksanakan atau tidak. Kalau pengennya, cepat bantuannya harus lelang,” katanya. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved