Pasar Badung Terbakar

Bangun Kembali Pasar Badung, Hanya Pedagang Ini yang Dipindahkan Sementara

Terkait dengan dana pembangunan pasar SNI yang disebut-sebut sebesar Rp 250 miliar, Kusuma Diputra juga belum berani memastikannya.

Bangun Kembali Pasar Badung, Hanya Pedagang Ini yang Dipindahkan Sementara
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang pedagang mengais sisa-sisa barang dagangan yang masih terselamatkan pasca kebakaran Pasar Badung, Rabu (3/3/2016). Hingga kemarin polisi masih mencari penyebab kebakaran. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar dan kalangan DPRD Kota Denpasar telah sepakat untuk melakukan pembongkaran fisik Pasar Badung yang sudah hangus terbakar pada 29 Februari lalu.

Di lokasi pasar yang terbakar itu akan dibangun pasar baru yang lebih baik dan layak sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia), dan disebut-sebut bakal memerlukan dana pembangunan sekitar Rp 250 miliar.

(1.683 Pedagang Korban Kebakaran Ada yang Tidak Mau Dipindah, Padahal….)

Sumber dana antara lain akan diupayakan dari pemerintah pusat, termasuk dari Kementerian Koperasi dan UMKM.

"Itu baru perkiraan dana yang diperlukan. Untuk pembangunan perlu DED (Detail Engineering Design) dulu," kata Kasubag Pemberitaan Pemkot Denpasar, Dewa Gede Rai, kepada Tribun Bali kemarin petang.

Untuk diketahui, pembangunan kembali pasar yang terbakar dan pemindahan/relokasi pedagang ke tiga tempat yang disediakan pemkot, menjadi bahan pembicaraan hangat pasca terbakarnya Pasar Badung.

Khawatir tidak akan dikembalikan lagi ke Pasar Badung, para pedagang menolak tegas pemindahan ke tiga lokasi penampungan sementara pasca kebakaran yang disediakan pemkot.

Tiga lokasi yang dimaksud adalah lahan bekas pasar swalayan Tiara Grosir, Pasar Loak di Jalan Gunung Agung, dan lapangan parkir Kompyang Sujana.

Semua lokasi penampungan sementara masih di seputaran Kota Denpasar.

"Saya tetap tidak mau pindah. Kami ingin tetap di sini. Meskipun ada perjanjian tertulis dari pemerintah, apakah nanti direktur pasarnya tidak ganti? Jangan-jangan nanti berubah kebijakan,” kata seorang pedagang, Made Ariawan, kepada Tribun Bali, Rabu (2/3/2016) sore.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved