Top, Puskesmas II Gilimanuk Jadi Pilihan Berobat Warga Buleleng karena Alasan Ini

Berbeda dengan Puskesmas I Gerokgak yang tidak menerima surat keterangan miskin dari perbekel.

Top, Puskesmas II Gilimanuk Jadi Pilihan Berobat Warga Buleleng karena Alasan Ini
net
puskesmas 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga di Buleleng Barat lebih memilih berobat di Puskesmas II Gilimanuk, Jembrana, Bali daripada di puskesmas yang ada di Buleleng jika sakit.

Alasannya karena jaraknya yang tidak jauh dan pelayanan yang lebih baik.

Satu di antaranya Saiful. Warga Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini sudah empat hari menemani anaknya yang sedang rawat inap di Puskesmas II Gilimanuk karena sakit tipes dan gejala Demam Berdarah (DB).

Padahal di Kecamatan Gerokgak telah berdiri dua puskesmas.

Puskesmas I Gerokgak yang berada di Desa Gerokgak dan Puskesmas II Gerokgak yang ada di Desa Pejarakan.

Namun Puskesmas II Gerokgak hanya buka di pagi hari saja karena minimnya fasilitas dan tenaga medis.

Saiful sebenarnya bisa saja memeriksakan anaknya itu ke Puskesmas I Gerokgak yang telah dilengkapi UGD dan kamar rawat inap.

Jaraknya pun juga sama dekatnya dengan Puskesmas II Gilimanuk jika ditempuh dari Desa Pejarakan.

Namun pria ini lebih memilih memeriksakan anaknya itu di kabupaten tetangga karena pelayanan yang lebih baik.

Pelayanan di Puskesmas II Gilimanuk menurutnya sangat mudah dan tidak serumit di Puskesmas I Gerokgak.

Bahkan meskipun pasien miskin tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dan hanya berbekal surat keterangan miskin dari perbekel (kepala desa) sudah dapat dilayani di Puskesmas II Gilimanuk.

Berbeda dengan Puskesmas I Gerokgak yang tidak menerima surat keterangan miskin dari perbekel.

“Kamarnya banyak di Gilimanuk, kalau di Gerokgak dikit, secara administrasi kalau dia gak punya jaminan kesehatan seperti JKBM, BPJS, KIS cukup keterangan miskin dari perbekel langsung dilayani, sedangkan di Gerokgak tidak bisa,” ujarnya, Jumat (4/3/2016).

Tidak saja dari Desa Pejarakan saja pasien dari Buleleng yang berobat ke Puskesmas II Gilimanuk.

Pasien-pasien dari desa lain di Buleleng Barat seperti Desa Sumberklampok, Sumberkima, Penyabangan sampai Pemuteran juga lebih memilih berobat di Gilimanuk.

“Rata-rata dari sini (Gerokgak) banyak yang ke Gilimanuk. Prosesnya lebih gampang, peralatan dan dokter juga lebih bagus. Hari ini saja ada empat pasien di Gilimanuk, semua dari Buleleng, malah jarang yang dari Jembrana,” ungkapnya.

Bahkan, jika Puskemas II Gilimanuk sudah tidak mampu melayani pasien, dengan mudah akan memberikan surat rujukan kepada pasien.

Surat rujukan itu lebih banyak ditujukan kepada RSUD Buleleng. (*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved