Kuota Atlet Tiga Cabor Terancam Dicoret Jelang PON XIX, Apa Kabar Atlet Bali?

KONI Bali langsung mengintensifkan komunikasi dengan Pengurus Besar (PB) PON di Bandung beberapa waktu lalu. Ini hasilnya...

Kuota Atlet Tiga Cabor Terancam Dicoret Jelang PON XIX, Apa Kabar Atlet Bali?

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa atlet dari cabang olahraga (cabor) dansa, balap motor dan tenis meja terancam dicoret dari ajang PON XIX di Jawa Barat, September mendatang.

Menyikapi hal ini, KONI Bali langsung mengintensifkan komunikasi dengan Pengurus Besar (PB) PON di Bandung beberapa waktu lalu.

Delegasi KONI Bali yang dipimpin oleh Ketua KONI, Ketut Suwandi, langsung menyambangi markas PB PON untuk mencari kejelasan persoalan di tiga cabor tersebut.

“Intinya kita konfirmasi permasalahan beberapa cabor soal entry by number seperti dansa, balap motor dan tenis meja. Dansa kita terima dua surat keputusan (SK) dari pusat. Satu menyatakan bahwa Bali tidak lolos. Satunya lagi menyatakan bahwa Bali lolos lima couple. Kita akhirnya menanyakan ke PB PON dan akhirnya tetap mengacu kepada SK terakhir,” kata I Nyoman Yamadiputra, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali, Jumat (4/3/2016).

Tak hanya itu, KONI Bali juga mempertanyakan masalah pengurangan kuota terhadap atlet balap motor yang semula meloloskan empat atlet, namun oleh PB PON dikurangi menjadi tiga atlet.

“Balap motor kita lolos empat nomor, dua perorangan dan dua beregu sehingga minimal ada empat orang sesuai kebutuhan minimal, tapi ternyata juga ditolak oleh PB PON,” ucapnya.

Meskipun persoalan cabor balap motor belum diputuskan oleh PB PON, pihak KONI Bali masih tetap ngotot untuk tetap meminta kuota tambahan ideal atlet balap motor sebanyak empat  atlet.

“Ini belum diputuskan, kita tetap ngotot untuk minta empat kuota atlet. Takutnya nanti ada pebalap kita cedera, peluang medali kita gimana?” tutur Yamadiputra.

Sementara cabor tenis meja, KONI Bali juga meminta kejelasan terkait SK KONI pusat bahwa yang lolos ke PON Jabar adalah hasil dari pra PON tenis meja di Bandung, bukan hasil Pra PON di Bali.

“Sesuai SK KONI Pusat kita sudah minta ajukan atlet kita yang ikut Pra PON di Bali agar diterima di ajang PON. Namun sampai sekarang belum ada kabar,” ucapnya. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved