Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

KMP Rafelia II Tenggelam

Abdul Sani Selamat Berkat Lepas Baju dan Celana

Tragedi tenggelamnya kapal KMP Rafelia II di Selat Bali masih menyimpan duka mendalam. Meski anaknya selamat, Rosiati mengaku syok.

Tayang:
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Irma Yudistirani
Youtube
KMP Rafelia II 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI – Perasaan Rosiati berkecamuk.

Rosiati masih syok saat mendengar Kapal Rafelia II tenggelam di Selat Bali.

Namun ia juga bersyukur karena anaknya, Abdul Sani, selamat dari maut.

Menurut penuturan Rosiati, anaknya selamat setelah berhasil berenang.

(Ibu dan Bayi Ditemukan Berpelukan, Suami: ‘Seandainya Iluh Bisa Gapai Tangan Saya’)

Untuk meringankan badannya saat berenang di tengah lautan, ia melepas baju dan celana.

"Akibatnya dompet anak saya hanyut bersama baju dan celana yang ia lepaskan, berikut surat-surat sepeda motor di dalamnya," kata Rosiati, yang tinggal di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (5/3/2016).

Rosiati bersama keluarga merasa sangat bersyukur anaknya selamat.

(Satu Jasad Lagi Ditemukan di Ruang Anjungan Kapal)

Rencananya akan melakukan selamatan, serta berharap urusan anaknya di Banyuwangi cepat selesai sehingga bisa segera pulang.

Di tengah rasa syukurnya, Rosiati juga mengaku masih syok dengan musibah tenggelamnya Kapal Rafelia II.

"Sampai sekarang saya masih lemas. Rasanya gak punya tenaga karena kaget," ungkap perempuan paruh baya ini, didampingi Junaidi, suaminya.

Ia mengatakan, dirinya mendapatkan kabar musibah tenggelamnya kapal yang ditumpangi anaknya tersebut, dari menantu yang tinggal dekat rumahnya.

Saat itu juga bersama keluarga, ia berangkat ke Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Namun baru sampai di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, keluarganya di Banyuwangi minta ia kembali karena keluarga belum diperbolehkan bertemu dengan korban.

(Saksi Hidup Para Sopir, Ketika Lihat Mang Tia Masuk ke Dalam Kapal Sebelum Tenggelam)

"Keluarga saya di Banyuwangi mengatakan, Abdul Sani baik-baik saja, sehingga lebih baik kami pulang, karena kalau ke sana saat itu sulit bertemu," tuturnya seperti dikutip antara.

Menurutnya, Abdul Sani memiliki keluarga di Banyuwangi seperti pamannya yang tinggal di wilayah Meneng, dekat Pelabuhan Ketapang, serta beberapa keluarga lainnya.

Saat ini, menurutnya, Abdul Sani tinggal di rumah pamannya tersebut, sambil menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan musibah tenggelamnya Kapal Rafelia II.

"Saya juga sudah bicara dengannya lewat telepon, ia minta kami tenang, dan dirinya akan pulang setelah seluruh urusannya selesai," ujarnya.

Ia mengatakan, Abdul Sani cukup sering menyeberang di Selat Bali, karena bekerja di bisnis ikan hias antar-pulau, yang ia ambil di wilayah Goris, Kabupaten Buleleng maupun Kabupaten Jembrana dan diantar ke Jawa.

"Di Goris ada bibinya yang bisnis ikan hias tersebut. Tumben kemarin siang hari ia berangkat ke Jawa, karena biasanya malam hari," kata Rosiati.

Saat terakhir berangkat, Abdul Sani yang biasanya membawa ikan hias dengan mobil, saat itu berangkat dengan sepeda motor karena ikan yang dibawanya sedikit. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved