KMP Rafelia II Tenggelam
Detik-detik Sebelum Tenggelam, Nelayan Marhasan Minta Para Penumpang Loncat
Seorang nelayan bernama Marhasan (50) mengaku tak mengira menyaksikan kapal tenggelam dari jarak sangat dekat, sekitar 25 meter.
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Seorang nelayan bernama Marhasan (50) mengaku tak mengira menyaksikan kapal tenggelam dari jarak sangat dekat, sekitar 25 meter.
Warga Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, ini melihat detik-detik tenggelamnya KMP Rafelia II, dan kemudian mencoba mendekat untuk melakukan penyelamatan.
Saat itu, Marhasan baru pulang dari melaut.
Marhasan melihat pertama kali kapal milik PT Darma Bahari Utama ini oleng. Kapal kemudian terbalik dan mulai tenggelam.
"Saya sempat komando penumpang untuk loncat. Biar mereka tidak terseret arus kapal yang akan tenggelam," ujar Marhasan.
Marhasan kemudian membantu penumpang yang selamat naik ke perahunya.
Delapan orang penumpang kemudian diangkutnya menuju tepi di belakang Hotel Banyuwangi Beach, atau sekitar 200 meter dari lokasi KMP Rafelia II tenggelam.
"Ada yang naik di perahu empat orang. Ada juga yang pegangan di bambu katir itu masing-masing dua orang. Mereka semua pakai pelampung," ujar pria bercucu dua ini.
Setelah menepikan penumpang, Marhasan kemudian kembali ke tengah laut, untuk menyelamatkan penumpang yang masih mengapung.

Kemudian banyak perahu lain yang terjun ikut membantu evakuasi.
"Setelah banyak nelayan yang membantu, baru dari Airud, Lanal dan KLPK datang," jelas Marhasan.
Tak hanya Marhasan, Andre, (35) nelayan asal Desa Ketapang juga mengaku bolak-balik menyelamatkan penumpang yang mengapung pasca tenggelamnya Rafelia.
"Semua nelayan turun semua. Dan semuanya kompak membantu," ujarnya. (*)
Tragedi tenggelamnya kapal KMP Rafelia II di Selat Bali, dapat Anda baca >>> di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kmp-ii-rafelia_20160306_133520.jpg)