Hari Raya Nyepi

Langka, Lakukan Ini Saat Gerhana Matahari Bertepatan Nyepi, ‘Pahala Dilipatgandakan Berkali-kali’

Menurut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, terjadinya gerhana matahari membuat Hari Raya Nyepi menjadi istimewa tahun ini.

Langka, Lakukan Ini Saat Gerhana Matahari Bertepatan Nyepi, ‘Pahala Dilipatgandakan Berkali-kali’
TRIBUN BALI
IDA PANDITA MPU JAYA ACHARYA NANDA

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tepat di Hari Raya Nyepi, Rabu (9/3/2016) ini akan muncul fenomena alam luar biasa dan sangat langka, yaitu gerhana matahari total (GMT), di wilayah Indonesia.

Untuk Bali akan terkena gerhana matahari sebagian (GMS).

(Istimewa, Warga Bali Bisa Lihat Gerhana Matahari Saat Nyepi, Ini Waktu Puncaknya!)

"Fenomena seperti ini yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pernah terjadi pada tanggal 17 Maret 1904 silam," ungkap Pengamat Astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sanglah, Denpasar, I Putu Dedy Pratama, Minggu (6/3/2016).

Menurut Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, terjadinya gerhana matahari membuat Hari Raya Nyepi menjadi istimewa tahun ini.


Tribun Bali/Prima

Mpu Jaya Acharya pun mengimbau umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan baik.

"Di dalam Sarasamuscaya dinyatakan, barang siapa yang melakukan tindakan terpuji terutama melakukan dana punia pada gerhana matahari atau gerhana bulan, maka pahalanya akan dilipatgandakan berkali-kali," kata Nak Lingsir.

Catur Brata Penyepian terdiri dari amati geni (tidak berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api/lampu), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).

Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

"Saat gerhana, sang surya menjadi sumber energi yang memberikan kekuatan luar biasa terhadap manusia. Karenanya lakukan penyepian dengan benar saat gerhana matahari ini," tambah dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) ini.

Karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, warga Bali dilarang untuk melihat gerhana matahari secara beramai-ramai di luar rumah.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof Gusti Ngurah Sudiana, menyatakan umat dipersilakan untuk melihat gerhana matahari dari halaman rumah masing-masing.

"Silakan lihat gerhana dari halaman rumah masing-masing. Itu pun kalau bisa. Tetapi kalau tidak bisa, maka silakan berdiam diri di rumah masing-masing sambil menjaga suasana catur brata penyepian," ujarnya. (*)

Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved