Hari Raya Nyepi

Suara Burung Dominasi Bandara Ngurah Rai

Suara tenang terasa di telinga. Bahkan, burung-burung pun seolah-olah bernyanyi, terbang dari ranting pohon satu ke ranting pohon lainnya.

Suara Burung Dominasi Bandara Ngurah Rai
Tribun Bali/Manik Priyo Prabowo
Suasana sepi dan tenang saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938 di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (9/3/2016). 

‎TRIBUN-BALI.com, MANGUPURA - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, layaknya kota mati yang tak ada aktivitas dan kegiatan pada suasana normal seperti biasanya, Rabu (9/3/2016).

Suara burung gereja, perkutut dan burung kuntul seolah-olah memenangkan suasana di kawasan paling ramai aktivitas penerbangan di Pulau Bali ini.

Suara tenang terasa di telinga. Bahkan, burung-burung pun seolah-olah bernyanyi, terbang dari ranting pohon satu ke ranting pohon lainnya.

Suasana Nyepi yang selalu terasa setahun sekali selama empat tahun ini, membuat sejumlah masyarakat dan pekerja rindu akan ketenangan.

Seperti yang diharapkan petugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) Landasan Udara Ngurah Rai, Serka Ngadimin, mengaku senang dan nyaman merasakan suasana sunyi dan damai ini.

"Hanya di Bali kita bisa merasakan suasana yang sejuk di telinga, sepi karena tak ada kebisingan dan damai dalam ketenangan. Kondisi seperti ini hanya bisa saya rasakan di Desa Bimo Martani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Ngayogyokarto (sebutan Provinsi Yogyakarta). Lha sekarang saya merasakannya di Bali dan sudah dua tahun Nyepi di Bali," jelasnya saat istirahat siang dalam tugas kontrol penerbangan di Kantor AirNav Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016).(*).

Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved