70 Hektare Tanah Petani dan Laba Desa Hilang

1250 KK atau sekitar 7.600 jiwa penduduk yang tinggal di Desa Pekraman Lebih, Kecamatan Gianyar khawatir

70 Hektare Tanah Petani dan Laba Desa Hilang
Tribun Bali/ I Putu Darmendra
Desa Pekraman Lebih menggelar aksi menolak reklamasi Teluk Benoa di Pantai Lebih, Kamis (10/3/2016) 

TRIBUN-BALI.COMGIANYAR - 1250 KK atau sekitar 7.600 jiwa penduduk yang tinggal di Desa Pekraman Lebih, Kecamatan Gianyar khawatir.

Pantai yang mereka cintai, tempat untuk menggelar ritual suci serta tempat mencari penghidupan kini tergerus abrasi hebat.

Ihwal ini membuat Desa Pekraman Lebih menyatakan sikap menolak reklamasi Teluk Benoa, Kamis (10/3/2016).

"7.600 jiwa penduduk kami yang hidup di pesisir pantai Lebih terancam. Tahun baru Caka 1938 atau tepat saat rahina ngembak geni, kami mendeklarasikan diri menolak reklamasi Teluk Benoa," tegas Bendesa Adat Lebih, Wayan Wisma, Kamis (10/3/2016).

Riuh ketog semprong ribuan krama yang terdiri dari anak muda, orangtua, tokoh masyarakat, pedagang dan nelayan menyambut orasi bendesa dengan tepuk tangan.

Teriakan yang bernada menolak reklamasi pun bertalu tiada henti.

Alasan mendasar terkait penolakan tersebut yaitu sekitar 15 persen penduduk di Desa Lebih menjadi petani, sementara 20 persen diantaranya adalah nelayan.

Kata Wisma, sebelumnya warga merasakan dampak langsung reklamasi Serangan. 

Desa Pekraman Lebih mencatat, pada tahun 1960, tanah para petani serta laba desa (tanah kekayaan desa pekraman) yang terhampar di pesisir pantai mencapai 86 hektare.

Namun pasca tahun 90an hingga memasuki tahun 2016, luasnya tinggal 16 hektare.

Halaman
123
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved