Breaking News:

Hari Raya Nyepi

Lihat Fotonya, Para Pemuda Puri Satria Saling Pukul Gunakan Daun Kelapa Yang Telah Dibakar

Berbekal 36 helai daun kelapa kering yang diikat menjadi satu

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Puluhan Pemuda Satria Kawan menggelar tradisi Lukat Gni, Selasa (8/3/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sorak sorai masyarakat dan alunan suara baleganjur terdengar riuh di area catus pata (perempatan) Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Selasa (8/3/2016) atau bertepatan dengan malam Tilem Sasih Kasanga.

Disaat desa lainnya menggelar pawai ogoh-ogoh, puluhan krama Puri Satria Kawan, Desa Paksebali menggelar ritual lukat geni sebagai wujud pembersihan buana agung dan buana alit.

Sebelum tradisi tahunan ini dimulai, puluhan pemuda setempat terlebih dahulu melakukan pembersihan diri di sumber mata air yang disucikan.

Dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan bersama di Merajan (Pura) setempat.

Menjelang matahari terbenam, puluhan pemuda tersebut berjalan menuju catus pata (perempatan) desa setempat.

Mereka membawa bekal 36 helai daun kelapa kering yang diikat menjadi satu.

Tidak berselang lama, suara baleganjur mulai terdengar yang menandakan tradisi ini dimulai.

Satu persatu pemuda saling berhadapan dan silih berganti memukul lawannya masing-masing menggunakan sarana api dari daun kelapa yang dibakar.

Sepanjang ritual diwarnai dengan sorak sorai penonton dan tawa peserta.

Tidak nampak sedikitpun dendam di antara para peserta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved