Korban Terjebak di Tabung Hiperbarik Seperti di Panci Presto
Penyebab kebakaran di RUBT tersebut bisa saja karena kelalaian ataupun kecelakaan
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnaivan mengatakan, para korban yang meninggal saat terjadinya kebakaran di Ruangan Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat karena terjebak diruangan tersebut.
"Empat pasien yang sedang terapi di sana mereka terjebak di dalam. Mereka sama kaya di panci presto. Mereka tidak bisa keluar. Kalau ruangan dibuka juga berbahaya, karena kalau dibuka dalam tekanan tinggi terjadi dekompresi," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/3/2016).
Tito menyebut, penyebab kebakaran di RUBT tersebut bisa saja karena kelalaian ataupun kecelakaan.
Saat ini Laboratorium Forensik sedang memeriksa untuk memastikan peyebab kebakaran tersebut.
"Bisa jadi lalai bisa jadi kecelakaan, saya sekali lagi belum berani ambil kesimpulan, laboratorium forensik sedang periksa, apakah ada faktor dari korsleting atau faktor ada barang yang dibawa tamu, yang berpotensi membuat ledakan tinggi," ucapnya.
Namun, Tito enggan menduga-duga lebih lanjut penyebab kebakaran tersebut.
"Jangan berandai dulu. Tunggu hasil penyelidikan saja," katanya.
Sebelumnya, Ruang tabung chamber Pulau Miangas di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo terbakar, Senin siang.
Kebakaran memicu terjadinya ledakan. Diduga, peristiwa berawal dari tegangan pendek arus listrik. Empat orang yang sedang menjalani perawatan meninggal.
Para korban meninggal adalah, Sulistiyo, Irjen Pol Purn Abubakar Nataprawira (65), Edi Suwandi (67), dan Dimas (28). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hiperbarik_20160315_121918.jpg)