Breaking News:

Direktur TWBI : "Kami serahkan semua ke pemerintah"

Pihaknya tetap bersikukuh bahwa segala putusan adalah dari Pemerintah

Tribun Bali/ Manik Priyo Prabowo
Massa aksi damai tolak Reklamasi Teluk Benoa yang dihadang puluhan petugas Sabhara, Polda Bali di Jalan By Pass Ngurah Rai, seputar Pura Luhur Candi Narmada, Denpasar, Bali, Minggu (20/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-‎ Belasan ribu massa dari 27 Desa Pakraman/Adat kembali menggelar aksi turun ke jalan dan menyuarakan penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa, Minggu (20/3/2016).

Menanggapi aksi itu, PT. Tirta Wahana Bali International (TWBI) tetap menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Pemprov Bali dan Pemerintah Pusat.

(Antisipasi Aksi di Bundaran Tol Bali Mandara, Penumpang Pesawat Datang 4 Jam Sebelum Take Off)

Terkait aksi tolak reklamasi yang kian masif, PT. TWBI menganggap aksi tersebut sebagai bagian dari demokrasi.

Direktur PT. TWBI, Heru Budi‎ Wasesa menyatakan, pihaknya mempunyai koridor sendiri dalam pandangan pelaksanaan proyek tersebut.

(Damantra : Warga Bagaikan Ayam Kehilangan Induknya, MUDP Harus Desak Pastika)

Pihaknya tetap bersikukuh bahwa segala putusan adalah dari Pemerintah.

"Kami serahkan semua ke pemerintah," ujarnya, Minggu (20/3/2016).

Disinggung mengenai Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), Wasesa mengatakan revisi Amdal telah selesai dilakukan pihaknya.

Revisi itu rampung terhitung 30 hari setelah sidang Amdal terakhir di Wisma Saba, Kantor Gubernur Bali.

"‎Kami sudah melakukan Amdal. Sidang Amdal dan revisi-revisi sudah dilakukan. Sejak 30 hari setelah sidang Amdal, kami sudah menyerahkan dan sekarang kewenangan ada di Pemerintah," urainya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved