Keris Bisa Berdiri, Pande Tidak Patok Harga untuk Pembuatan Keris Pajenengan
“Kami masih percaya keris adalah benda sakral. Jika seseorang memesan keris apalagi untuk pejenengan kami tidak mematok harga. Seikhlasnya,"
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun-Bali.COM, Tabanan - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan beberapa waktu lalu melakukan workshop tentang pembuatan keris di sentra kerajinan pande besi di Banjar Batu Sangihan Pande, Desa Gubug, Tabanan, Bali.
Acara itu diikuti sekitar 30-an perajin pande besi.
Seorang perajin yang mulai membuat keris sejak tahun 2.000, Pande Ketut Margita menuturkan, kerajinan keris di banjarnya mulai berkembang 15 tahun terakhir.
Ia merupakan pionir di Banjar Batu Sangihan Pande.
“Pembuatan keris tergolong baru di sini, jika pembuatan kerajinan besi lainnya sudah turun-temurun,” katanya, Minggu (20/3/2016).
Dia menyebutkan, pembuatan keris di Bali pada awalnya hanya menggunakan besi.
Setelah adanya pengaruh dari Jawa pembuatan keris di Bali mulai menggunakan beberapa bahan tidak hanya besi, namun ada tambahan nikel dan baja.
“Dengan adanya bahan tambahan ini daya tahan keris jadi lebih kuat, terutama dari karat. Jika dari besi keris hanya bisa bertahan beberapa puluh tahun, keris menggunakan bahan campuran bisa ratusan tahun,” jelasnya.
Pembuatan sebuah keris diperlukan waktu hingga satu pekan.
“Saya saat ini bisa membuat lekukan hingga 11, paling banyak adalah 37 dan itu belum bisa saya lakukan,” jelasnya.
Dia menyebutkan, sekarang baru sebatas pasaran lokal dengan jenis keris pajenengan (disakralkan) di pura.
Selain itu, dia memaparkan kerisnya pernah dibawa ke Belanda empat buah namun tak dibayar.
“Kami masih percaya keris adalah benda sakral. Jika seseorang memesan keris apalagi untuk pejenengan kami tidak mematok harga. Seikhlasnya diletakkan dalam daksina,” ujarnya.
Ia mengaku belum merasakan kesulitan bahan baku.
Untuk harga nikel sekarang Rp 400 ribu per kilogram (kg) besi hitam Rp 60 ribu per batang, baja Rp 15-20 ribu per kg.
Menurutnya, kualitas keris bisa diuji di antaranya dengan diberdirikan.
Jika keris bisa berdiri maka campuran sesuai dan seimbang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keris-berdiri_20160321_132756.jpg)