Melarat di Pulau Surga

Wayan Kasar dan Ni Wayan Pejet Hidup Sebatangkara di Karangasem

Cerita hidup tak kalah pilu dialami Ni Wayan Pejet (80), yang juga sudah ditinggal meninggal oleh suaminya.

Wayan Kasar dan Ni Wayan Pejet Hidup Sebatangkara di Karangasem
Humas Pemprov Bali
Ni Wayan Pejet yang miskin di Karangasem, Bali, Senin (21/3/2016). 

TRIBUN-BALI.com, AMLAPURA - Dua warga kurang mampu di Desa Nawakerti, Abang, Karangasem, Bali, yakni I Wayan Kasar dan Ni Wayan Pejet yang hidup serba kekurangan langsung mendapat perhatian serius Pemprov Bali dengan mengirimkan tim dari Biro Humas Setda Provinsi Bali untuk melihat secara dekat dan menyerahkan bantuan sementara kepada keduanya, Senin (21/3/2016).

Keberadaan I Wayan Kasar (50) yang hanya hidup sebatang kara, karena sudah ditinggal meninggal oleh istrinya sejak 1,5 tahun lalu, sangat memprihatinkan.

Dari pernikahan tersebut Kasar juga tidak dikaruniai anak sehingga dia hidup sendiri.

Sehari-hari Kasar mengandalkan hidupnya dari hasil memelihara beberapa ekor ayam, seekor sapi dan babi.

Sapi yang dipeliharanya pun berkat bantuan program Simantri Pemprov Bali.

Cerita hidup tak kalah pilu dialami Ni Wayan Pejet (80), yang juga sudah ditinggal meninggal oleh suaminya.

Pejet sebenarnya memiliki 2 anak perempuan, namun keduanya sudah menikah.

Wanita sepuh tersebut menjalani hari-harinya seorang diri di dalam gubuk reot dan tanpa penerangan listrik.

Untuk hidup sehari-hari, Pejet bergantung pada belas kasihan para tetangganya, yang selalu memberinya beberapa keperluan pokok hidupnya.

Bantuan sementara diberikan kepada keduanya berupa beras dan uang tunai.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved