Tip Sehat untuk Anda
Gerak Nafas Jurus Sebelas Hilangkan ‘Guna-guna’, Seperti Pengakuan Nanda Ini
Sejak 2008, Anak Agung Putu Agung Wiryananda bergabung dalam Gerak Nafas Jurus Sebelas.
Penulis: Luh De Dwi Jayanthi | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejak 2008, Anak Agung Putu Agung Wiryananda bergabung dalam Gerak Nafas Jurus Sebelas.
Sebelum bergabung, menurut temannya, pria yang biasa disapa Gung Nanda ini berubah.
Seperti suka bengong, menyendiri, dan tidak aktif seperti sediakala.
Keanehan yang dirasakan Gung Nanda ini sempat ditanyakan ke orang pintar, ternyata benar Gung Nanda dikenain orang (penyakit niskala).
(Gerak Nafas Jurus Sebelas Hasilkan Energi Elektromagnetik Secara Kasat Mata)
“Oh saya kena, kok saya tak merasakan apa-apa,” ujar Gung Nanda kepada Tribun Bali, Jumat (18/3/2016).
Gung Nanda akhirnya mencoba bergabung Gerak Nafas Jurus Sebelas untuk latihan gerak napas.
Pada awalnya dia tidak mengikuti latihan, hanya bergabung.
"Energi saya dibuka sama Guru Besar drg Muslimin. Setelah itu baru diajarkan pengolahan napas, dan saya latih di rumah atau pada saat kerja," kata pegawai Angkasa Pura ini.
Gung Nanda mengolah napas pusar, dada, dan kening sekuatnya saja.
“Ga perlu intens selalu di kamar, kerja di depan komputer saja bisa saya olah,” tutur pria asal Desa Pemecutan, Denpasar ini.
(Tutorial 11 Gerak Nafas Jurus Sebelas yang Bisa Dipraktikkan di Rumah)
Ia mengatakan selalu mensugesti dirinya untuk sembuh.
Hingga dua tahun mengikuti olah napas ini, Gung Nanda terlihat aktif kembali, jadi lebih bahagia dan tak sering bengong lagi.
Setali tiga uang dengan I Made Gede Sudiana, yang pernah sakit pada tahun 2000.
“Saya sakit seperti orang bingung, saya berkeliling mencari orang pintar mulai dari Sanur, Padang Sumbu hingga ke Tabanan,” jelas pria berusia 51 tahun ini.
Dulu ia sakit panas dingin, napas sesak, ulu hatinya sakit luar biasa.
Pegawai Negeri di Badung ini juga dibilang “dikenain" orang.
“Kebetulan saya diperkenalkan Jurus Sebelas ini, diajak latihan di pantai. Selama satu pekan latihan, energi dalam saya dibuka. Terus saya latihan di rumah, selama dua pekan, sakit saya langsung hilang,” tutur Sudiana.
Ia rutin tiap Minggu latihan Jurus Sebelas di Pantai Biaung.
Setiap selesai sembahyang pagi dan malam, dia juga mengolah napas dengan posisi duduk dan menarik napas secara halus.
Menurutnya, jika ingin sembuh harus berusaha rutin olah napas, berpikir positif dan berdoa pada Tuhan demi kesembuhan.
Gerak Nafas Jurus Sebelas berdiri pada 1999 di bawah asuhan Guru Besar drg Muslimin yang berpusat di Bali.
Ini merupakan sebuah paguyuban olahraga yang berbasis pada pengolahan napas dan gerak.
Pengolahan napas dan gerak ini secara simultan menghasilkan energi bioelektromagnetik.
Gelombang bioelektromagnetik itu dihasilkan dari teknik pernapasan yang dilakukan untuk membangkitkan energi tenaga dalam yang dilakukan melalui sistem dan teknik yang benar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/segar-bugar_20160322_200318.jpg)