Breaking News:

Upacara Betara Turun Kabeh untuk Doakan Seluruh Mahluk

Upacara Betara Turun Kabeh kali ini secara keseluruhan dipuput oleh 32 sulinggih yang tersebar di beberapa lokasi upacara.

Editor: Kander Turnip
Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan pejabat lainnya mengikuti upacara Betara Turun Kabeh di Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (23/3/2016). 

TRIBUN-BALI.com, AMLAPURA - Prosesi upacara Betara Turun Kabeh yang jatuh setiap tahunnya pada Purnama Kedasa di Pura luhur Besakih merupakan bentuk ungkapan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala berkah keselamatan, kesehatan dan kemakmuran yang telah dillimpahkan sekaligus momentum memohon berkah Ida Sang Hyang Widhi Wasa keselamatan, kesehatan serta kemakmuran tidak hanya bagi Krama Hindu, tapi juga pada masyarakat Bali, rakyat Indonesia bahkan seluruh makhluk di dunia.

Demikian disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dalam wawancaranya dengan awak media seusai melakukan persembahyangan bersama ribuan umat sedharma dalam Puncak Karya Betara Turun Kabeh di penataran Pura Luhur, Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (23/3/2016).

Gubernur Pastika juga berharap seluruh umat Hindu dapat datang menghaturkan sembah ke Pura Besakih dalam rentang waktu penyineban sampai 13 April mendatang.

“Semoga krama bisa memanfaatkan waktu pedek tangkil ke pura Besakih untuk menyampaikan rasa syukur dan bakti kita. Dengan doa yang disampaikan krama, semoga ke depannya Bali akan maju, aman, damai, sejahtera sehingga Bali yang Mandara akan dapat terwujud,” ujarnya yang didampingi Ayu Pastika beserta Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Upacara Betara Turun Kabeh kali ini secara keseluruhan dipuput oleh 32 sulinggih yang tersebar di beberapa lokasi upacara.

Menurut Bendesa Adat Besakih yang sekaligus sebagai Ketua panitia Betara Turun Kabeh Pura Besakih 2016 I Wayan Gunatra, piodalan di Pura Besakih akan berlangsung selama 21 hari dari pelaksanaan puncak karya.

Upacara penyineban sendiri akan dilaksanakan pada 13 April.

Prosesi puncak kali ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakil Bupati Karangasem, Bupati Klungkung, MUDP Provinsi Bali, PHDI, Penglisir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra, serta perwakilan bupati/wali kota se-Bali.

Prosesi juga diisi dengan pementasan tarian sakral seperti Rejang Dewa, Baris Gede, topeng Sidakarya, wayang Gedog dan tari Gambuh.

Seusai mengikuti prosesi di Pura Besakih, Gubernur Pastika beserta rombongan menuju Pura Batur di Kabupaten Bangli untuk melakukan persembahyangan bersama dalam rangkaian upacara Betara Turun Kabeh di pura tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved