Produksi Jagung di Bali Meningkat Karena Hal Ini

Produktivitas jagung relatif tinggi di atas 50 kwintal per hektare diraih Kabupaten Tabanan yang mencapai 72,45 kwintal per hektare.

Produksi Jagung di Bali Meningkat Karena Hal Ini
Tribun Bali/Manik
Penjual Jagung di Pantai Sanur 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Produksi per satuan hektare tanaman jagung di Bali menunjukkan adanya peningkatan sebesar 2,12 kwintal pipilan kering per hektare (8,71 persen) berkat menggunakan pupuk dan benih jenis unggul.

"Petani menggunakan pupuk dan benih hibrida dua tongkol yang mampu meningkatkan produksi setiap hektare, meskipun secara keseluruhan produksi jagung di Bali menurun akibat berkurangnya luas panen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali , Ir Adi Nugroho, MM di Denpasar, Jumat (25/3/2016).

Ia mengatakan, meningkatnya produksi jagung setiap hektare itu antara lain terjadi di Kabupaten Jembrana, bahkan terjadi peningkatan produktivitas jagung tertinggi dalam setahun terakhir.

Produksi jagung di Kabupaten Jembrana setiap hektare tercatat 13,57 kwintal pipilan kering (37,25 persen), Tabanan 18,30 kwintal per hektare (33,80 persen) dan Gianyar 9,78 kwintal per hektare.

Adi Nugroho menambahkan, produktivitas jagung relatif tinggi di atas 50 kwintal per hektare diraih Kabupaten Tabanan yang mencapai 72,45 kwintal per hektare.

Produksi jagung di Bali berdasarkan angka sementara (Asem) 2015 sebanyak 40.603 ton pipilan kering, turun sepuluh ton atau 0,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 40.613 ton.

Berkurangnya produksi jagung itu terjadi pada subround I (Januari-April) sebesar 3.748 ton pipilan kering (11,40 persen) dan subround II (Mei-Agustus) sebesar 1.219 ton pipilan kering (46,47 persen).

Sebaliknya pada subround III (September-Desember) justru terjadi peningkatan sebesar 4.957 ton pipilan kering (97,08 persen). Menurunnya produksi jagung relatif tinggi terjadi di Kabupaten Bangli mencapai 2.265 ton pipilan kering atau berkurang 53,42 persen.

Adi Nugroho menjelaskan, Kabupaten Buleleng memberikan kontribusi tertinggi sebesar 44,44 persen atau 18.045 ton pipilan kering, menyusul posisi kedua Kabupaten Karangasem 21,63 persen (8.784 ton) dan Kabupaten Klungkung 13,25 persen (5.378 ton).

Sedangkan enam kabupaten dan kota lainnya di Bali memberikan kontribusi kurang dari 13,25 persen, ujar Adi Nugroho. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved