Melarat di Pulau Surga

Begini Penderitaan Dua Warga Gianyar Ini, Butuh Banget Bantuan

Setelah pendataan dan koordinasi berkesinambungan, diharapkan Putu Cahya bisa mendapatkan bantuan secara rutin dari pemerintah.

Begini Penderitaan Dua Warga Gianyar Ini, Butuh Banget Bantuan
Humas Pemprov Bali
Tim dari Pemrov Bali memberi bantuan kepada bocah penderita Cerebral Palsy di Gianyar, Bali, Rabu (30/3/2016). 

TRIBUN-BALI.com, GIANYAR - Ni Luh Putu Cahyani Nithi (4), warga Tegalalang, Gianyar, Bali, mengalami kelumpuhan karena mengidap penyakit Cerebral Palsy yang dideritanya sejak berumur 1 tahun.

Menurut penuturan ibunya, Kadek Santi, Putu Cahya (nama panggilan bocah malang tersebut) awal mulanya kejang dan tidak sadarkan diri selama tiga hari di RSUD Sanjiwani, Gianyar.

Karena tidak ada perkembangan, Putu Cahya dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Setelah mendapatkan perawatan intensif selama 28 hari, kondisi Putu Cahya lumpuh, tidak bisa menggerakkan kaki beserta tangannya.

Sejak saat itu, bocah asal Banjar Pacung, Desa Keliki, Tegallalang tersebut harus menjalani perawatan dan kontrol rutin setiap bulannya.

Kendala yang dihadapi sampai saat ini adalah biaya pengobatan untuk putri semata wayangnya yang harus diambil dari kantong pribadinya.

Setiap harinya, Putu Cahya harus mengkonsumsi obat dari dokter senilai Rp 500 ribu per bulan, ditambah dengan ongkos dokter Rp 100 ribu.

Biaya itu dirasa cukup berat mengingat pendapatannya setiap bulan hanyalah cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Ni Kadek Santi hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa dan suaminya I Made Susila seorang guru honorer di SMP TP 45 Denpasar dengan pendapatan ala kadarnya.

Mengetahui kondisi itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika merespon cepat.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved