Wagub Bali Aja Bersih-Bersih Pantai, Masa Kita Tidak?

Lingkungan yang bersih akan mempengaruhi kualitas hidup, namun sebaliknya lingkungan yang kotor dan jorok akan menjadi sumber berbagai macam penyakit.

Wagub Bali Aja Bersih-Bersih Pantai, Masa Kita Tidak?
Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta memimpin acara bersih-bersih Pantai Legian, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (2/4/2016). 

TRIBUN-BALI.com, MANGUPURA - Meski sudah dikenal di mancanegara dengan destinasi pariwisata yang indah dan nyaman, Pulau Bali tetap dituntut serius melakukan upaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan secara konsisten dan terpadu.

Upaya ini harus dilakukan secara masif dan menyeluruh, tidak saja oleh pemerintah, namun juga perlu didukung oleh kepedulian seluruh komponen masyarakat.

Pemprov Bali melalui Program Bali Green Province terus menggalakkan gerakan Bali clean and green di masyarakat.

Demikian diampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menghadiri acara Bersih-Bersih Pantai oleh Forum Bali Hijau dengan Anantara Resort, di Pantai Legian, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (02/04).

”Tidak saja sekedar penting bagi promosi di bidang pariwisata, namun hal ini memiliki implikasi luas yang memperlihatkan karakter dan perilaku masyarakat Bali di dalam menjaga lingkungan,” ujar Sudikerta.

Ia mengatakan, lingkungan yang bersih akan mempengaruhi kualitas hidup, namun sebaliknya lingkungan yang kotor dan jorok akan menjadi sumber berbagai macam penyakit.

Sudikerta menekankan pentingnya peran aktif masyarakat untuk mengembangkan budaya bersih melalui perubahan perilaku masyarakat, anak-anak sekolah, perguruan tinggi dan pengelola kawasan suci serta obyek wisata dengan melakukan pengelolaan sampah dengan sistem 3-R (reduce, reuse, dan recycle).

Selain itu juga upaya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, melalui pengolahan limbah, pemilahan dan penyaluran sampah plastik (anorganik), dan komposting; pemanfaatan Coorporate Social Responsibility untuk pelestarian lingkungan hidup; efisiensi energi, air, dan mendorong untuk melakukan upaya-upaya mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim.

Lebih lanjut, Sudikerta juga mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Bali Hijau yang melibatkan sektor penggerak pariwisata, masyarakat, anak-anak sekolah serta para aparat keamanan dalam hal ini TNI untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya sekedar simbolisasi semata, melainkan secara kontiniu terus dilakukan dengan merangkul seluruh masyarakat Bali, sehingga muncul kesadaran masyarakat Bali untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketua Forum Bali Hijau, P Barus, mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan rangkaian dari kegiatan paskah sekaligus memperingati hari Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Menurutnya, pantai Legian dipilih karena melihat pantai tersebut merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara, terlebih banyak sampah-sampah plastik yang ditemukan di area pantai tersebut.

Ia berharap dengan dilakukan kegiatan bersih-bersih pantai ini akan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat sekitar pantai, untuk lebih memacu kepeduliannya terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, pihaknya mengaku bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut, kedepannya akan terus dilakukan terutama pada pantai-pantai ataupun obyek wisata lainnya yang masih memiliki kebersihan lingkungan yang kurang asri.

Kegiatan bersih-bersih pantai tersebut juga dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Kodim 741, masyarakat umat kristiani se-Bali, DKP Kabupaten Badung serta para pelajar dari sekolah SMP dan SMA yang ada di Kuta. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved