Haposan Ajukan Memori Banding Agustay

Pihaknya menjelaskan, diajukannya banding adalah berdasarkan fakta hukum.

Haposan Ajukan Memori Banding Agustay
Tribun Bali / Putu Candra
Haposan Sihombing mengajukan memori banding terdakwa Agustay Handa May dan diterima oleh penitera Muda Pidana, Made Sukarta, Senin (4/4/2016) di PN Denpasar, Bali. 

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Setelah divonis 10 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Engeline.

Terdakwa Agustay Handa May melalui kuasa hukumnya, Haposan Sihombing, Hotman Paris Hutapea dkk, mengajukan memori banding, Senin (4/4/2016) ke Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

Dalam pengajuan memori banding, Haposan yang mewakili tim penasehat hukum Agustay langsung diterima oleh Made Sukarta selaku Panitera Muda Pidana PN Denpasar.

Pihaknya menjelaskan, diajukannya banding adalah berdasarkan fakta hukum.

"Bahwa Margrietlah pelaku pembunuhan berencana terhadap Engeline. Agustay Hamda May sebagai saksi yang sempat melihat detik terakhir," jelasnya.

Pun dibeberkan, dalam perkara Agustay, Haposan menilai tidak ada fakta hukum yang menyatakan kliennya ikut membantu perencanaan pembunuhan yang dilakukan Margriet terhadap anak angkatnya Engeline.

Sedangkan alasan lainnya adalah Agustay hanya pembantu menguburkan.

"Dia tertekan, karena dia baru bekerja sekitar dua bulan di rumah majikannya (Margriet-red), sehingga dia berada di bawah perintah majikannya. Dia hanya membantu membungkus mengubur dan itu pun diancam untuk merahasiakan perbuatan monsters majikannya, Margriet yang menghabisi anak angkatnya. Sehingga ada banyak luka akibat kekerasan yang diterima Engeline," pungkas Haposan Sihombing. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved